ORINEWS.id – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menolak rencana perundingan damai tahap kedua.
Pemerintah Iran menilai Washington tidak menunjukkan iktikad baik dalam upaya diplomasi, terutama karena masih adanya tekanan seperti blokade terhadap kapal.
Pezeshkian menegaskan bahwa perundingan tidak akan dilanjutkan selama tekanan tersebut masih berlangsung. Ia merujuk pada pengalaman sebelumnya yang dinilai mengecewakan dan telah merusak kepercayaan Teheran terhadap Washington.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tetap optimistis dialog dapat berlanjut. Ia bahkan berencana mengirim delegasi yang dipimpin Wakil Presiden, JD Vance.
Namun, rencana tersebut hingga kini belum terealisasi, sementara situasi di lapangan justru semakin memanas.
Trump juga melontarkan ancaman keras dengan menyatakan Amerika Serikat siap menyerang infrastruktur Iran jika Teheran menolak kesepakatan damai.
Pernyataan tersebut semakin memperkeruh suasana, terlebih di tengah masa gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada 21 April 2026. []
















































































