ORINEWS.id – Presiden Israel Isaac Herzog mengisyaratkan kemungkinan memberikan pengampunan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang tengah menghadapi persidangan kasus korupsi. Herzog menyebut kasus tersebut telah menjadi beban berat bagi masyarakat dan negara.
“Kasus Netanyahu sangat membebani masyarakat Israel. Jika ada permintaan atau proses apa pun, saya akan mengungkapkannya kepada publik dengan transparansi penuh,” kata Herzog kepada Radio Angkatan Darat, seperti dikutip Bloomberg, Senin, 29 September 2025. “Saya akan mempertimbangkan apa yang terbaik bagi negara dan semua pertimbangan lainnya.”
Netanyahu menghadapi dakwaan dalam tiga kasus korupsi besar, yakni Kasus 1000, 2000, dan 4000. Ia dituduh menerima hadiah mewah dari miliarder, mengupayakan liputan media yang menguntungkan sebagai imbalan keuntungan politik, hingga memanipulasi keputusan regulasi demi kepentingan sekutu bisnisnya. Dakwaan-dakwaan berupa penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan itu dibantah oleh Netanyahu. Ia menegaskan kasus ini bermotif politik.
Persidangan yang dimulai sejak 2020 telah berulang kali ditunda. Netanyahu kerap meminta penundaan dengan alasan kewajiban negara, termasuk dalam situasi perang. Kritik menyebut Netanyahu menggunakan konflik di Gaza, Lebanon, Suriah, hingga Iran sebagai alasan untuk menghindari persidangan.
Pada Juni lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan agar persidangan Netanyahu dihentikan. Ia menyebut dakwaan itu sebagai “perburuan penyihir” dan meminta agar Netanyahu diberikan pengampunan. Komentar Trump sempat memicu perdebatan di Israel, namun juga memperkuat dorongan dari sebagian kalangan politik untuk mengakhiri persidangan.
Herzog, yang berwenang memberikan grasi, disebut telah berunding dengan mantan Ketua Mahkamah Agung Aharon Barak. Barak sendiri menilai yang terpenting adalah menemukan jalan keluar, baik melalui pengampunan presiden maupun kesepakatan tawar-menawar hukum.
Trump melalui akun Truth Social menegaskan dukungannya kepada Netanyahu, bahkan menyebut tuduhan korupsi terhadapnya konyol, termasuk terkait hadiah berupa cerutu dan boneka Bugs Bunny. Ia memuji peran Netanyahu dalam perang melawan Iran dan menyebutnya sebagai “pejuang” yang berjasa menjaga keamanan Israel.
“Bibi Netanyahu adalah seorang pejuang. Amerika Serikat-lah yang menyelamatkan Israel, dan kini Amerika Serikat pula yang akan menyelamatkan Bibi,” tulis Trump. []














































































