ORINEWS.id – Puluhan ribu warga Palestina tetap melaksanakan Shalat tarawih di Masjid Al-Aqsa pada malam pertama bulan Ramadhan, meskipun penjagaan ketat diberlakukan oleh penjajah Israel. Sekitar 70.000 jama’ah berkumpul di kompleks suci tersebut untuk menandai dimulainya bulan suci bagi umat Islam.
Shalat tarawih yang dipimpin oleh Syekh Yusuf Abu Sneina dan Syekh Muhammad Ali al-Abbasi berlangsung khidmat di tengah peningkatan pengamanan dari penjajah Israel.

Direktur Masjid Al-Aqsa, Sheikh Omar al-Kiswani, menyerukan umat Muslim untuk tetap datang beribadah dan tidak takut terhadap kehadiran pasukan Israel di sekitar area masjid.
Pihak penjajah Israel sebelumnya telah mengumumkan kebijakan pengetatan akses ke Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadhan.

Sebanyak 2.000 personel tambahan dikerahkan untuk menjaga area sekitar masjid, sementara barikade dan penghalang besi dipasang di berbagai titik masuk menuju kompleks tersebut.
Selain itu, penjajah Israel juga membatasi jumlah jama’ah yang diperbolehkan beribadah di dalam Masjid Al-Aqsa.

Situasi ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut. Masjid Al-Aqsa, yang menjadi salah satu tempat suci bagi umat Islam, sering kali menjadi pusat ketegangan antara warga Palestina dan otoritas Israel.

Meski demikian, umat Muslim di Palestina tetap berusaha mempertahankan tradisi beribadah di tempat suci tersebut selama bulan Ramadhan.[]















































































