ORINEWS.id, BANDA ACEH — WhatsApp resmi meluncurkan fitur kendali orang tua atau parental control yang memungkinkan orang tua mengatur sejumlah aspek penggunaan aplikasi oleh anak remaja.
Fitur tersebut memberikan orang tua opsi untuk membatasi penggunaan fitur Channel, mengatur siapa yang dapat melihat pembaruan Status anak, serta menentukan Status pengguna lain yang dapat dilihat oleh anak.
Selain itu, orang tua dapat mengatur sejumlah aspek privasi akun remaja, termasuk siapa yang dapat menambahkan anak ke dalam grup WhatsApp dan siapa yang dapat melihat foto profil mereka.
Apabila anak ingin mengubah pengaturan tersebut, diperlukan persetujuan orang tua melalui PIN khusus enam digit.
WhatsApp juga menyediakan notifikasi otomatis kepada orang tua ketika anak bergabung atau keluar dari sebuah grup. Pemberitahuan juga diberikan ketika jumlah anggota dalam grup mencapai 30, 100, hingga 250 orang.
Opsi Kontrol Konten
Fitur kendali orang tua juga mencakup pengaturan konten dalam interaksi dengan Meta. Orang tua dapat menggunakan pengaturan standar usia 13 tahun ke atas atau mengaktifkan opsi “Konten Terbatas”.
Opsi tersebut dapat menonaktifkan fitur percakapan incognito dan rangkuman pesan.
Penyiapan fitur dilakukan langsung melalui aplikasi WhatsApp di ponsel anak. Pengguna dapat memulainya dengan membuka menu Pengaturan, memilih Kendali orang tua, kemudian menekan tombol Lanjutkan.
Selanjutnya, pengguna diminta memasukkan tanggal lahir anak untuk melakukan konfirmasi usia dan menautkan akun. Proses penautan dilakukan dengan memindai kode QR yang muncul di layar ponsel anak menggunakan kamera ponsel orang tua.
Setelah tautan dibuka dan verifikasi identitas orang dewasa selesai, orang tua diminta membuat PIN keamanan enam digit dan melakukan konfirmasi. Proses penyiapan kemudian diakhiri dengan menekan tombol Selesai pada ponsel anak.
Pengaturan Privasi Akun Anak
Pengaturan privasi dapat diubah kapan saja setelah fitur kendali orang tua diaktifkan. Orang tua dapat membuka menu Pengaturan, kemudian memilih Kendali orang tua pada aplikasi WhatsApp di ponsel anak.
Sistem akan meminta PIN orang tua sebelum menu pengaturan privasi dapat diakses.
Dari menu tersebut, orang tua dapat menentukan visibilitas sejumlah informasi akun dengan pilihan Semua orang, Kontak saya, Kontak saya kecuali…, Hanya bagikan ke…, atau Tak seorang pun.
WhatsApp menegaskan fitur kendali orang tua tersebut bersifat opsional dan tidak dirancang untuk memantau isi percakapan pribadi anak.
Pesan tetap dilindungi enkripsi end-to-end sehingga isi komunikasi pengguna tidak dapat dibaca oleh pihak lain.
“Ini baru permulaan. Kami mengembangkan kontrol ini langkah demi langkah, berdasarkan masukan keluarga tentang kebutuhan mereka,” tulis WhatsApp dalam keterangan pers yang diterima Detik iNET.
“Semua kendali ini dirancang untuk mendukung percakapan terbuka tentang cara menggunakan WhatsApp antara orang tua dan remaja, sambil tetap menjaga pesan pribadi semua orang,” lanjut WhatsApp.[]
















































































