ORINEWS.id, JAKARTA — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan kesempatan kepada tiga anak untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menyampaikan cita-cita mereka, Selasa (11/8/2026).
Ketiga anak tersebut yakni Faiha Samaira Khansa, Violina Firdausa, dan Gilang. Mereka mendapat kesempatan membawakan dongeng secara langsung di hadapan Kapolri.
Usai menyaksikan penampilan ketiganya, Listyo Sigit mengajak mereka berbincang mengenai sekolah, keluarga, hingga cita-cita yang ingin diraih.
Interaksi tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap anak, tidak hanya melalui apresiasi atas kemampuan mereka, tetapi juga dengan mendengarkan cerita dan harapan yang ingin diwujudkan.
Faiha ingin jadi dokter
Faiha Samaira Khansa yang baru memasuki jenjang sekolah dasar menyampaikan keinginannya untuk menjadi dokter.
Kapolri kemudian memberikan semangat kepada Faiha agar terus belajar. Ia juga mengapresiasi peran ibu Faiha yang selama ini mendampingi dan membimbingnya.
Sementara itu, Violina Firdausa atau Vio memiliki cita-cita menjadi anggota Polri.
Cita-cita tersebut disampaikan Vio setelah membawakan dongeng tentang seorang anak perempuan yang ingin menjadi polisi.
Percakapan antara Vio dan Kapolri berlangsung hangat ketika Listyo Sigit menanyakan kondisi keluarganya.
Mengetahui ibu Vio sedang sakit, Kapolri mendoakan agar ibunda Vio segera diberikan kesembuhan.
Ia juga berpesan kepada Vio agar terus belajar dan menjaga kesehatan.
“Sekolahnya yang pintar, sehat selalu ya,” pesan Kapolri.
Gilang ingin jadi dokter spesialis anak
Kesempatan yang sama juga diberikan kepada Gilang. Setelah menyelesaikan dongengnya, Gilang bercerita mengenai sekolah dan keluarganya.
Ia juga menyampaikan cita-citanya untuk menjadi dokter spesialis anak.
Kapolri kemudian memberikan motivasi agar Gilang terus belajar dan berusaha meraih cita-citanya.
Listyo Sigit juga berpesan agar Gilang dapat membahagiakan kedua orang tuanya.
Pertemuan tersebut menunjukkan pentingnya memberikan ruang kepada anak untuk mengembangkan kemampuan, keberanian, dan kepercayaan diri sejak dini.
Kesempatan untuk tampil dan didengarkan diharapkan dapat menjadi bentuk apresiasi yang mendorong anak untuk terus berkarya sekaligus memiliki keyakinan dalam mengejar cita-cita.
Melalui interaksi tersebut, Polri menegaskan kepeduliannya terhadap tumbuh kembang generasi muda.
Anak-anak tidak hanya membutuhkan perlindungan, tetapi juga ruang untuk belajar, berkarya, menyampaikan gagasan, dan mengembangkan potensi secara optimal.
Dukungan terhadap anak menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa.
Dari ruang untuk berkarya dan keberanian untuk bermimpi sejak dini, diharapkan tumbuh generasi yang kelak mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.[]
















































































