TERBARU

BisnisEkonomi

Harga Emas Dunia Anjlok, Investor Ramai Ambil Untung

ORINEWS.id – Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Senin, 29 Juni 2026, setelah sempat menguat selama dua hari berturut-turut. Tekanan jual membuat harga logam mulia itu turun 1,71 persen dan menandai Juni sebagai bulan yang berat bagi pergerakan emas.

Di pasar spot, harga emas ditutup di level US$ 4.017 per troy ons, lebih rendah dibandingkan penutupan akhir pekan sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah emas sempat mencatat kenaikan kumulatif sekitar 2,18 persen dalam dua sesi perdagangan.

Koreksi harga diperkirakan dipicu aksi ambil untung (profit taking) oleh investor yang memanfaatkan penguatan harga pada perdagangan sebelumnya.

Sepanjang Juni, harga emas tercatat turun lebih dari 10 persen. Koreksi tersebut sekaligus memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung selama empat bulan berturut-turut.

Meski demikian, harga emas masih bertahan di atas level psikologis US$ 4.000 per troy ons. Analis Global X ETFs Australia, Justin Lin, menilai level tersebut masih menjadi area pertahanan yang cukup kuat bagi pasar.

“Ini menunjukkan bahwa ada yang menjaga harga di level tersebut. Saya memperkirakan harga emas menjadi lebih tahan terhadap volatilitas di Timur Tengah, terutama karena sekarang kenaikan secara year-to-date sudah resmi terhapus,” ujar Justin Lin, seperti dikutip Bloomberg News.

Secara keseluruhan, harga emas telah terkoreksi hampir 7 persen sejak awal 2026.

Analisis Teknikal

Dari sisi teknikal, pergerakan emas masih berada dalam tren bearish pada grafik harian.

Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 35, atau masih di bawah angka 50 yang mengindikasikan tekanan jual masih mendominasi pasar.

Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari berada di level 29, yang menunjukkan emas masih berada di area jual (short) yang cukup kuat.

Meski demikian, harga emas masih memiliki peluang untuk mengalami pemulihan pada perdagangan Selasa (30/6/2026). Pelaku pasar mencermati pivot point di kisaran US$ 4.067 per troy ons.

Apabila mampu menembus level tersebut, harga emas berpotensi menguji area resisten US$ 4.080 hingga US$ 4.101 per troy ons, dengan target optimistis di US$ 4.113 per troy ons.

Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut, harga emas diperkirakan akan menguji area support terdekat di US$ 4.012 per troy ons, meski ruang pelemahannya dinilai mulai terbatas. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.