ORINEWS.id – Tim Audit NFA dari Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menorehkan prestasi dengan lolos ke tingkat nasional pada ajang Kompetisi Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2026. Tim yang berlaga pada kategori Keuangan Audit Investigatif ini akan bersaing dengan delegasi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
KBMK merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kompetisi ini bertujuan menguji kemampuan akademik dan nalar mahasiswa sekaligus memperkuat kemitraan antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah.
Tim Audit NFA beranggotakan tiga mahasiswa Program Studi Akuntansi angkatan 2023, yakni Faiz Akbar Husaini dan Najma Gina Assyifa dari Program Internasional, serta Aqil Abrar dari Program Reguler. Di bawah bimbingan Rahmawaty, S.E., M.Si., Ak., CA., QGIA., tim tersebut berhasil menembus babak nasional setelah menyisihkan ratusan karya tulis dari peserta yang berasal dari 212 perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam kompetisi ini, Tim Audit NFA mengangkat karya tulis berjudul “Analisis Audit Investigatif dan Penghitungan Kerugian Negara atas Dugaan Fraud Pengadaan MRI CT Scan Pemerintah Kabupaten Venesia TA 20X5.”
Ketua tim, Faiz Akbar Husaini, mengaku bangga dapat mewakili USK pada tingkat nasional.
“Kompetisi ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk mengaplikasikan ilmu audit dan akuntansi ke dalam studi kasus yang kompleks. Kami berharap dapat memberikan hasil terbaik pada tahapan kompetisi berikutnya,” ujar Faiz.
Karya ilmiah tersebut menyoroti kerentanan sektor pengadaan barang dan jasa pemerintah terhadap praktik kecurangan (fraud). Melalui pendekatan audit investigatif, tim menganalisis indikasi penyimpangan mulai dari tahap perencanaan, penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), proses lelang, hingga pelaksanaan kontrak.
Analisis tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi pola kecurangan sekaligus menghitung potensi kerugian negara yang ditimbulkan akibat dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan.
Dosen pembimbing, Rahmawaty, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh anggota tim.
“Keberhasilan ini adalah buah dari kerja sama dan semangat belajar yang tinggi. Saya berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi di bidang audit, investigasi, dan tata kelola sektor publik,” ungkapnya.
Pada KBMK 2026, sebanyak 674 makalah mengikuti proses seleksi. Setelah melalui tahapan penilaian yang ketat, hanya 62 tim yang berhasil melaju ke babak semifinal nasional, dengan 13 tim di antaranya berasal dari kategori Keuangan Audit Investigatif.
Keberhasilan Tim Audit NFA USK menembus babak nasional diharapkan tidak hanya mengharumkan nama universitas, tetapi juga memberikan kontribusi pemikiran dalam memperkuat integritas tata kelola keuangan negara di Indonesia. []












































































