TERBARU

Pendidikan

Saka POM Aceh Bekali Generasi Muda dengan Keterampilan Pengawasan Obat dan Makanan

ORINEWS.id, BANDA ACEH — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh menyelenggarakan kegiatan Rekrutmen dan Pembelajaran Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) bagi siswa dari berbagai SMA di Kota Banda Aceh, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Aula Lantai 2 Kantor BBPOM di Banda Aceh tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus berperan dalam pengawasan obat dan makanan.

Sebanyak 75 peserta mengikuti kegiatan pembelajaran dan dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan fungsi atau krida Saka POM, yaitu Krida Pengujian, Krida Pemantauan, dan Krida Informasi.

Saka POM merupakan wadah kegiatan kepramukaan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan praktis, pengalaman, serta kecakapan khusus di bidang pengujian sederhana, pemantauan, dan informasi obat dan makanan.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan anggota Saka POM, mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan masyarakat.

Wakil Ketua Majelis Pembimbing Saka POM Daerah Aceh, Kak Endang, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung upaya pengawasan obat dan makanan di tengah masyarakat.

Melalui pembekalan yang diberikan, anggota Saka POM diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan BBPOM Aceh dalam menyampaikan edukasi dan meningkatkan kepedulian masyarakat.

“Di sini kita sebagai generasi muda yang mempunyai kemampuan sangat kami harapkan sebagai perpanjangan tangan kami dalam program pengawasan obat dan makanan,” kata Endang dalam kegiatan tersebut.

Selama pembelajaran, peserta tidak hanya memperoleh materi secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal masing-masing.

Endang menjelaskan, anggota Saka POM yang telah mendapatkan pelatihan nantinya dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan pengawasan, termasuk pemantauan kantin sekolah dan pengujian sampel makanan di lapangan.

“Pengawasan di kantin sekolah dan pengujian makanan, maka kami akan melibatkan adik-adik Saka yang sudah kita latih. Selama dua hari ini akan dilatih sehingga nanti bisa dikembangkan, setidaknya di lingkungan sekolah adik-adik sendiri maupun di lingkungan rumah,” ujarnya.

Pada hari pertama, peserta diperkenalkan dengan tiga krida Saka POM, dilanjutkan dengan pengembangan bakat dan minat melalui materi informasi obat dan makanan, demonstrasi penggunaan Rapid Test Kit, panduan penggunaan BPOM Mobile, serta permainan edukatif.

Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan pendalaman materi meliputi pengujian sederhana, pemantauan, serta komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE).

Kegiatan juga diisi dengan permainan edukatif, pemilihan Ketua Dewan Saka POM BBPOM Aceh, post-test, hingga penutupan.

Melalui kegiatan tersebut, anggota Saka POM diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai pengawasan obat dan makanan, tetapi mampu menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi tindakan sederhana di lingkungan sekitar.

Mulai dari menyampaikan informasi yang benar, mengajak teman dan keluarga menjadi konsumen cerdas, melakukan pemantauan sederhana terhadap keamanan pangan, hingga mengenali pentingnya penggunaan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan sesuai ketentuan.

Ke depan, keberadaan Saka POM diharapkan menjadi bagian dari gerakan edukasi yang melibatkan generasi muda secara aktif. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan semangat pengabdian, para anggota Saka POM dapat menjadi duta keamanan obat dan makanan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Pengawasan obat dan makanan bukan hanya tugas lembaga pengawas. Ketika generasi muda ikut peduli, informasi yang benar semakin luas dan budaya hidup aman dapat tumbuh dari lingkungan terdekat.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.