ORINEWS.id – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Pemerintah setempat melaporkan hingga Jumat (26/6/2026), korban jiwa mencapai 589 orang, lebih dari dua kali lipat dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat 235 korban meninggal.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan tim penyelamat masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
“Sayangnya, sekarang ada 589 orang yang meninggal,” kata Rodriguez dalam pertemuan bersama para pejabat militer dan sipil yang disiarkan melalui televisi.
Proses evakuasi masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak. Pemerintah Venezuela sebelumnya telah menetapkan status darurat menyusul besarnya dampak bencana tersebut.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Venezuela Carlos Alvarado mengungkapkan bahwa rumah-rumah sakit menerima ratusan korban yang telah meninggal saat tiba di fasilitas kesehatan.
“Sayangnya, kami telah menerima sekitar 235 pasien yang tiba tanpa tanda-tanda vital atau meninggal dunia saat tiba di pusat-pusat layanan kesehatan kami,” ujar Alvarado.
Gempa tersebut dipicu oleh dua gempa bumi berkekuatan besar yang terjadi hampir bersamaan. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengategorikannya sebagai fenomena doublet earthquake atau gempa kembar.
Kedua gempa mengguncang Negara Bagian Yaracuy, yang berada di sebelah barat ibu kota Caracas, pada Rabu (24/6/2026) sore. Hingga kini, tim penyelamat masih berupaya menemukan korban selamat di tengah reruntuhan bangunan, sementara pemerintah terus memperbarui data korban seiring berlanjutnya operasi pencarian. []
















































































