TERBARU

InternasionalNews

Petinggi Militer Pakistan ke Teheran, Dorong Kerangka Gencatan Senjata Iran-AS

ORINEWS.id — Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir dijadwalkan tiba di Teheran, Kamis, sebagai bagian dari upaya mediasi Pakistan antara Iran dan Amerika Serikat. Langkah diplomatik itu dilakukan bersama Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Kantor berita ISNA melaporkan, kunjungan tersebut berlangsung di tengah upaya penyusunan kerangka gencatan senjata sementara guna meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pada saat yang sama, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah bertemu Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi yang berada di Teheran sejak Rabu.

Berdasarkan sejumlah laporan, dorongan diplomatik itu bertujuan membentuk “kerangka kesepahaman sementara” yang belum mengarah pada kesepakatan menyeluruh. Fokus utama pembahasan ialah prinsip de-eskalasi sebagai imbalan atas pembekuan langkah tertentu guna mencegah meluasnya konflik regional.

Kerangka tersebut disebut mencakup penghentian sementara eskalasi militer dan angkatan laut, serta penghentian tindakan provokatif dari kedua pihak selama jalur negosiasi tetap terbuka.

Pengaturan Selat Hormuz

Dalam rincian yang beredar, kesepahaman itu juga mencakup penghentian agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Sebagai gantinya, Iran diminta tidak memperluas serangan terhadap pangkalan AS maupun jalur pelayaran internasional.

Selain itu, lalu lintas maritim di Selat Hormuz akan diatur guna memastikan distribusi minyak dunia tetap berjalan normal.

Kerangka tersebut juga disiapkan sebagai tahap awal menuju negosiasi lebih luas selama 30 hingga 60 hari terkait isu nuklir Iran, program rudal, pengaruh regional Teheran, hingga kemungkinan pencabutan sanksi Amerika Serikat.

Menurut bocoran yang dikutip sejumlah media, para mediator berupaya merancang kesepahaman itu agar tidak ada pihak yang dapat mengklaim kemenangan politik pada tahap awal.

Langkah tersebut disebut bertujuan menjaga citra politik pemerintahan Amerika Serikat sekaligus memberi keyakinan kepada Iran bahwa mereka tidak menyerah terhadap tekanan perang maupun sanksi.

Pakistan juga dilaporkan mendorong agar isu-isu paling sensitif dibahas pada tahap lanjutan guna mencegah gagalnya proses negosiasi di awal pembicaraan.

Israel Khawatir

Di sisi lain, media Israel melaporkan adanya kekhawatiran di Tel Aviv terkait kemungkinan gencatan senjata tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut menyampaikan langsung kekhawatirannya kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui percakapan telepon. Netanyahu menilai kesepakatan sementara itu dapat memberi kesempatan bagi Iran untuk membangun kembali kekuatannya.

Sementara di Washington, inisiatif Pakistan disebut dipandang sebagai opsi untuk menghindari perang regional berskala besar, tanpa menghilangkan citra kebijakan tekanan yang selama ini diklaim berhasil membawa Iran kembali ke meja perundingan.

Pada Rabu, Kantor Berita Tasnim Iran melaporkan Amerika Serikat kembali mengirim pesan kepada Iran melalui mediator Pakistan, tiga hari setelah Teheran menyerahkan proposal berisi 14 poin.

Tasnim menyebut Iran saat ini masih mempelajari dokumen dari pihak Amerika Serikat dan belum memberikan tanggapan resmi.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan pergerakan terbuka maupun tersembunyi pihak lawan menunjukkan adanya upaya memicu babak baru konflik di kawasan.

“Pergerakan musuh, baik terbuka maupun tersembunyi, menunjukkan mereka sedang mencari babak baru perang,” ujar Ghalibaf. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.