TERBARU

Politik

Tantawi Desak Pemerintah Aceh Prioritaskan Penanganan Pascabencana dan Keselamatan Warga

ORINEWS.id — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Demokrat, H. Tantawi, menekankan perlunya percepatan penanganan dampak kebencanaan di Aceh dalam rapat paripurna DPRA bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem).

Dalam penyampaiannya, Tantawi menyoroti kondisi masyarakat yang hingga kini masih berupaya bangkit dari dampak bencana yang melanda sejumlah wilayah Aceh sekitar enam bulan terakhir. Ia menilai penanganan sektor pertanian dan infrastruktur terdampak masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

Menurutnya, banyak lahan pertanian masyarakat mengalami kerusakan berat dan belum tertangani secara maksimal, padahal sektor tersebut menjadi sumber utama penghidupan warga.

Tantawi mendorong Pemerintah Aceh untuk segera mengambil langkah konkret dengan menyurati Kementerian Pertanian agar proses rehabilitasi lahan pertanian dapat dipercepat.

Ia menegaskan, pemulihan sektor pertanian menjadi kunci agar masyarakat terdampak dapat kembali bangkit secara ekonomi sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

“Pemerintah harus hadir secara nyata untuk membantu masyarakat yang hingga hari ini masih merasakan dampak bencana,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta perhatian terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat pascabencana, khususnya terkait data desil bantuan sosial yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Menurutnya, banyak warga yang sebelumnya hidup cukup kini jatuh miskin akibat kehilangan mata pencaharian setelah banjir besar melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Aceh menyurati Kementerian Sosial agar dilakukan evaluasi dan pembenahan data penerima manfaat bantuan sosial, sehingga masyarakat terdampak tetap memperoleh akses bantuan UMKM, beasiswa pendidikan, maupun Program Indonesia Pintar (KIP).

Tantawi menilai kebijakan bantuan harus berpihak pada kondisi nyata masyarakat yang sedang berupaya pulih dari dampak bencana.

Di sisi lain, ia juga menyoroti kondisi infrastruktur yang dinilai membahayakan keselamatan warga, yakni jembatan rangka baja yang putus di kawasan Krueng Mane–Sawang tembus Bireuen.

Akibat kondisi tersebut, masyarakat dan pelajar terpaksa menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai. Saat banjir, jembatan darurat kerap hanyut sehingga sebagian anak sekolah harus berenang untuk berangkat ke sekolah.

Tantawi berharap pembangunan jembatan tersebut dapat menjadi prioritas Pemerintah Aceh tahun ini sebagai bagian dari penanganan pascabencana dan perlindungan keselamatan masyarakat.

“Jangan sampai ada korban jiwa karena lambannya penanganan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.