ORINEWS.id — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh menerima kunjungan edukatif siswa dan guru pendamping SMK Saree, Selasa (12/5/2026). Kegiatan itu bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar mengenai tugas dan fungsi pengawasan obat dan makanan sekaligus memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan yang berlangsung di Aula BBPOM di Banda Aceh tersebut disambut Kepala Bagian Tata Usaha BBPOM di Banda Aceh Marina Kaptriyani, didampingi Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Desi Ariyanti Ningsih serta Manajer Mutu Nurlinda Lubis.
Dalam sambutannya, Marina menyampaikan apresiasi atas antusiasme para siswa dan guru yang ingin mengenal lebih dekat peran BPOM dalam melindungi masyarakat melalui pengawasan produk obat dan makanan.
Ia berharap kunjungan itu dapat menjadi sarana edukasi yang bermanfaat sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk lebih cermat dalam memilih produk yang aman dan legal.
Pada sesi pemaparan materi, Desi Ariyanti Ningsih menjelaskan tugas dan fungsi BPOM sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab mengawasi obat, makanan, kosmetik, suplemen kesehatan, dan produk lain yang beredar di masyarakat.
Desi juga mengajak para siswa menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan prinsip Cek KLIK, yakni memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau menggunakan produk.
“Generasi muda harus menjadi pelopor dalam memilih produk yang aman dan tidak mudah terpengaruh oleh produk ilegal maupun berbahaya. Dengan memahami tugas BPOM, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya keamanan produk yang digunakan sehari-hari,” ujar Desi.
Materi lain disampaikan Tim Publikasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi BBPOM di Banda Aceh, Ari Syuhada Putra, mengenai Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Dalam paparannya, Ari menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjauhi penyalahgunaan narkotika serta menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Narkotika tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga masa depan generasi muda. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk saling mengingatkan dan membangun lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” kata Ari.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang diikuti antusias para siswa. Salah seorang guru pendamping mengapresiasi edukasi yang diberikan BBPOM kepada peserta didik karena dinilai relevan dengan kondisi generasi muda saat ini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan langsung kepada siswa mengenai keamanan obat dan makanan serta bahaya narkotika. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini dan diharapkan dapat menjadi bekal positif bagi para siswa,” ujar guru pendamping tersebut.
Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke laboratorium BBPOM di Banda Aceh. Para siswa berkesempatan melihat secara langsung sarana pengujian dan proses pengawasan obat dan makanan yang dilakukan petugas laboratorium.
Melalui kegiatan itu, BBPOM di Banda Aceh berharap sinergi edukasi dengan institusi pendidikan dapat terus diperkuat guna meningkatkan kesadaran generasi muda dalam memilih produk yang aman dan menjauhi penyalahgunaan narkotika. []













































































