ORINEWS.id, BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menggelar kajian dakwah rutin bulanan di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Kamis (10/9/2026) malam. Kajian kali ini mengangkat tema “Berkolaborasi dalam Dakwah” dengan fokus pada pembahasan keluarga Islami.
Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah hadir langsung mengikuti kajian bersama Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh. Hadir pula para muhtasib gampong serta ibu-ibu majelis taklim.
Kajian dakwah tersebut diisi oleh Tgk Khairul Rafiqi, Lc., M.A., yang menyampaikan materi tentang cara menjaga keharmonisan rumah tangga di era digital dengan menerapkan nilai-nilai Islami.
Tgk Khairul menekankan tantangan yang dihadapi keluarga saat ini di tengah derasnya arus media sosial.
“Di zaman sekarang, media sosial bisa menjauhkan orang-orang yang seharusnya dekat. Kita sering duduk satu meja makan, ada suami, istri, anak, orang tua, tapi masing-masing sibuk dengan gawainya. Padahal di situlah ruang untuk membangun komunikasi dan keharmonisan keluarga,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa permasalahan rumah tangga tidak hanya dialami oleh kelompok tertentu. Berdasarkan pengalamannya selama bertugas di KUA, konflik rumah tangga dapat terjadi di semua lapisan masyarakat.
“Kita harus betul-betul bersyukur punya pasangan hidup dan keluarga. Seburuk apa pun keadaan, jangan sampai masalah kecil menjadi besar karena kurangnya komunikasi. Caranya, sering-seringlah lihat ke bawah, bukan ke atas. Bersyukur dengan apa yang kita punya,” ujarnya.
Sementara itu, Wawako Afdhal mengapresiasi pelaksanaan kajian rutin tersebut. Ia menyebut kajian menjadi sarana penting untuk memperkuat iman, mempererat silaturahmi, serta menjaga Banda Aceh sebagai kota yang religius.
“Kajian seperti ini harus terus kita hidupkan. Ini bukan hanya menambah ilmu, tapi juga mengingatkan kita untuk saling menjaga keharmonisan dalam keluarga dan bermasyarakat,” kata Afdhal.
Pihaknya berharap kajian rutin bulanan tersebut dapat terus berjalan dan menjadi inspirasi bagi gampong-gampong untuk menghidupkan majelis ilmu di wilayah masing-masing.***









































































