ORINEWS.id, TEHERAN — Iran mengumumkan penemuan cadangan gas alam baru di Provinsi Fars, wilayah selatan negara tersebut. Cadangan itu diperkirakan dapat memasok satu fase ladang gas South Pars selama sekitar 15 tahun.
Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengatakan ladang gas baru tersebut memiliki kandungan lebih dari 7,5 triliun kaki kubik (Tcf) gas. Dari jumlah tersebut, sekitar 5,7 Tcf diperkirakan dapat dieksploitasi.
Pernyataan itu disampaikan Paknejad pada Minggu (23/8/2026), seperti dikutip dari CNN, Senin (24/8/2026).
Menurut Paknejad, penemuan tersebut menambah sumber daya baru bagi cadangan hidrokarbon Iran. Pemerintah Iran saat ini terus berupaya mengidentifikasi sekaligus mengembangkan cadangan energi baru untuk memperkuat sektor minyak dan gas negara tersebut.
Paknejad mengatakan volume gas yang dapat dieksploitasi dari ladang baru itu setara dengan kebutuhan satu fase ladang gas South Pars selama sekitar 15 tahun.
South Pars merupakan salah satu ladang gas terbesar di dunia dan menjadi sumber utama produksi gas Iran.
Paknejad juga menyebut gas yang ditemukan sebagai “gas manis”, yang memiliki kandungan hidrogen sulfida dan karbon dioksida relatif rendah. Kondisi tersebut dinilai dapat menekan biaya pengembangan dan pengoperasian ladang.
Selain gas alam, ladang baru tersebut juga mengandung volume kondensat gas yang signifikan. Menurut Paknejad, sumber daya tersebut berpotensi menghasilkan kekayaan baru bagi Iran senilai puluhan miliar dolar.
Ditemukan di Tengah Ketegangan Iran-AS
Penemuan cadangan gas tersebut diumumkan di tengah situasi geopolitik yang masih tegang antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Iran dan AS pada Juni 2026 disebut menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang menjadi kerangka menuju penghentian konflik militer kedua negara secara menyeluruh.
Namun, proses perundingan kemudian terhenti akibat perselisihan mengenai implementasi kesepakatan serta aturan navigasi di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global karena menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk menuju pasar internasional.
Penemuan cadangan baru di Fars pun berpotensi memperkuat posisi sektor energi Iran di tengah upaya negara tersebut mempertahankan produksi dan mengembangkan sumber daya hidrokarbon baru.[]






































































