TERBARU

Daerah

BNPB: Pengungsi Gempa NTT Capai 9.290 Jiwa

ORINEWS.id, KUPANG – Jumlah pengungsi akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 WIB, jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai 9.290 jiwa.

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan di Jakarta.

Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka, yakni sebanyak 3.356 jiwa, dan Kabupaten Manggarai sebanyak 2.078 jiwa.

Di Kabupaten Sikka, sebanyak 1.356 jiwa mengungsi di GOR Samador, sementara 2.000 jiwa lainnya tersebar di 10 titik lokasi pengungsian.

Di luar kedua kabupaten tersebut, ribuan warga lainnya juga dilaporkan mengungsi di berbagai titik yang dinyatakan aman.

Titik pengungsian tercatat berada di Kabupaten Nagekeo, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Secara keseluruhan, terdapat 9.290 pengungsi yang terdampak gempa dan kini bertahan di sejumlah lokasi pengungsian.

“Pemenuhan hak-hak dasar dan kebutuhan logistik di area pengungsian kini menjadi fokus utama penanganan masa darurat,” ujar Berton sebagaimana dilansir dari Antara.

Di Kabupaten Manggarai, lanjut Berton, para pengungsi membutuhkan bantuan mendesak berupa puluhan tenda darurat.

Selain tenda, kebutuhan lainnya meliputi 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, 1.000 lembar tikar, pasokan air bersih beserta tandon, hingga genset untuk penerangan.

Selain jumlah pengungsi, BNPB juga mencatat sebanyak 47 orang meninggal dunia dan 101 warga mengalami luka-luka serta menjalani perawatan medis.

Korban meninggal dunia terbanyak berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 23 jiwa dan Manggarai Timur sebanyak 17 jiwa.

Sementara itu, korban meninggal dunia lainnya tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak empat jiwa, Manggarai Barat satu jiwa, Ende satu jiwa, dan Nagekeo satu jiwa.

Guncangan gempa yang berpusat di laut tersebut juga merusak permukiman warga. BNPB mencatat 914 rumah rusak berat, 126 rumah rusak sedang, dan 317 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada puluhan fasilitas publik, meliputi 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintahan di wilayah NTT.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.