TERBARU

Ekonomi

Harga Semen di Aceh Melonjak hingga Rp120 Ribu per Sak, Pemerintah Diminta Segera Intervensi

ORINEWS.id – Pengamat kebijakan publik, Dr. Nasrul Zaman, mendesak Pemerintah Aceh segera melakukan intervensi untuk mengatasi kelangkaan semen yang memicu lonjakan harga di sejumlah daerah pascabanjir. Menurut dia, kondisi tersebut menghambat proses rehabilitasi rumah warga maupun pembangunan infrastruktur yang terdampak bencana.

Nasrul menilai kenaikan harga semen yang mencapai Rp100.000 hingga Rp120.000 per sak merupakan kondisi yang tidak wajar. Padahal, Aceh merupakan daerah yang memiliki pabrik semen besar, yakni PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

“Ini menjadi ironi. Aceh sebagai daerah penghasil semen justru mengalami kelangkaan dan harga yang melonjak tinggi. Kondisi ini ibarat tikus mati di lumbung padi,” kata Nasrul dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Ia menjelaskan, secara ekonomi lonjakan harga memang dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan semen setelah banjir besar yang melanda sejumlah wilayah Aceh. Kebutuhan material bangunan untuk rehabilitasi rumah dan infrastruktur meningkat secara bersamaan.

Meski demikian, menurut Nasrul, tingginya permintaan tidak bisa dijadikan alasan atas kelangkaan yang berlangsung dalam waktu lama.

Ia menduga terdapat persoalan pada rantai distribusi, mulai dari kemungkinan pasokan yang lebih banyak dialihkan ke luar daerah hingga potensi praktik spekulasi dan penimbunan oleh oknum yang memanfaatkan situasi.

“Perlu dipastikan apakah distribusi semen untuk kebutuhan masyarakat Aceh sudah menjadi prioritas. Jangan sampai ada permainan distribusi yang justru merugikan masyarakat,” ujarnya.

Hambat Rekonstruksi Pascabanjir

Nasrul mengatakan kelangkaan semen berdampak langsung terhadap percepatan pemulihan pascabencana. Sejumlah proyek rehabilitasi rumah warga, pembangunan fasilitas umum, hingga pekerjaan konstruksi pemerintah berpotensi mengalami keterlambatan akibat sulitnya memperoleh material.

Di sisi lain, pelaku usaha jasa konstruksi juga menghadapi lonjakan biaya yang tidak sesuai dengan perencanaan anggaran awal. Sementara masyarakat yang ingin memperbaiki rumah rusak akibat banjir terpaksa menunda pekerjaan karena harga material semakin mahal.

Menurut dia, kondisi tersebut dapat memperlambat proses pemulihan ekonomi masyarakat jika tidak segera diatasi.

Desak Pemerintah Lakukan Intervensi

Nasrul meminta Pemerintah Aceh bersama instansi terkait, termasuk Satgas Pangan, segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan pasokan dan harga semen di pasaran.

Ia mengusulkan agar pemerintah memanggil produsen serta distributor utama semen di Aceh guna memastikan kebutuhan lokal terpenuhi sebelum pasokan didistribusikan ke daerah lain.

Selain itu, pemerintah diminta melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap distributor maupun pengecer untuk mengantisipasi praktik penimbunan serta menggelar operasi pasar apabila diperlukan.

Nasrul juga meminta aparat penegak hukum menindak tegas pihak-pihak yang terbukti mempermainkan harga atau sengaja menahan stok demi memperoleh keuntungan berlebihan.

“Pemerintah Aceh harus hadir melindungi kepentingan masyarakat. Jangan sampai proses rehabilitasi pascabanjir terganggu hanya karena persoalan distribusi dan harga semen,” katanya.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.