TERBARU

BolaOlahraga

Persiraja Gelar Seleksi Putra Daerah, Jaya Hartono Pantau Langsung Calon Pemain

ORINEWS.id – Persiraja Banda Aceh membuka seleksi pemain putra daerah sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi Championship 2026/2027. Seleksi yang dimulai pada Kamis (2/7/2026) di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, itu akan dipantau langsung oleh pelatih kepala Jaya Hartono.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Persiraja membina talenta lokal sekaligus menyiapkan regenerasi sepak bola Aceh di level profesional.

Wakil Presiden Persiraja, Iswahyudi, mengatakan seleksi pemain lokal merupakan bentuk tanggung jawab klub sebagai satu-satunya wakil Aceh yang berkompetisi di kasta profesional.

“Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam sangat memahami beban yang ditanggung klub ini. Beliau tidak menutup mata terhadap berbagai masukan yang disampaikan. Untuk membentuk dan mengorbitkan pemain Aceh, kalau bukan Persiraja yang mengambil tanggung jawab ini, maka tidak akan ada klub yang memberikan kesempatan kepada anak-anak Aceh untuk menjadi pemain profesional,” kata Iswahyudi, Rabu (1/7/2026).

Menurut dia, kebijakan membuka seleksi pemain lokal secara rutin telah memberikan hasil nyata. Seleksi yang digelar pada 2023, misalnya, melahirkan sejumlah pemain muda yang kini menjadi bagian dari skuad utama Laskar Rencong.

“Kalau pada 2023 lalu kami tidak melakukan seleksi, hari ini mungkin kita tidak akan menemukan nama-nama seperti M. Reza, Revan, Muammar, Muharir, dan pemain lainnya. Itu adalah kesempatan yang diberikan Persiraja untuk membentuk pemain-pemain profesional asal Aceh,” ujarnya.

Iswahyudi menilai pemain muda Aceh perlu didorong agar memiliki mental bertanding di level profesional, bukan hanya tampil baik dalam turnamen antarkampung (tarkam).

“Para pemain bola di Aceh tidak boleh hanya memiliki mental tarkam, hanya bagus bermain di turnamen lokal, tetapi tidak mampu bersaing di level profesional. Karena itu Presiden Persiraja memberikan kesempatan kepada 30 pemain muda Aceh untuk mempersiapkan mental dan kemampuan mereka agar siap bersaing di level profesional.”

Ia menambahkan, saat ini Persiraja menjadi satu-satunya pintu bagi pemain Aceh untuk memperoleh kesempatan berkarier di sepak bola profesional, meski keputusan akhir mengenai pemain yang akan bergabung tetap berada di tangan tim pelatih.

“Saat ini, Persiraja menjadi satu-satunya pintu bagi pemain Aceh untuk mendapatkan kesempatan tersebut, meski keputusan akhir tetap berada di tangan tim pelatih,” katanya.

Melalui seleksi tersebut, Persiraja berharap dapat menemukan talenta-talenta terbaik asal Aceh yang mampu memperkuat tim sekaligus menjadi bagian dari regenerasi sepak bola daerah di kompetisi profesional. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.