ORINEWS.id – Mahasiswa internasional Universitas Syiah Kuala (USK), Fawad Karimi, mengikuti International Summer Course of Pharmacy (ISCP) 2026 yang diselenggarakan Universitas Sumatera Utara (USU). Program bertema Towards a Sustainable Smoke-Free Generation: Innovation & Action in Tobacco Control itu mempertemukan peserta dari tujuh negara untuk membahas pengendalian tembakau dan kesehatan masyarakat.
Fawad merupakan mahasiswa Program Pascasarjana Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK bidang Artificial Intelligence (AI) angkatan 2025. Mahasiswa asal Afghanistan itu juga merupakan penerima Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) Batch 2024.
ISCP 2026 diikuti oleh 17 peserta yang berasal dari Afghanistan, Pakistan, Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, dan Tanzania.
Menurut Fawad, program tersebut memberikan pengalaman akademik yang berharga karena menghadirkan pakar internasional dengan berbagai materi terkait pengendalian tembakau, penghentian kebiasaan merokok, dan kesehatan masyarakat.
“Program ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berkualitas melalui berbagai kuliah dari pakar internasional mengenai pengendalian tembakau, penghentian merokok, serta kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Selain mengikuti perkuliahan, Fawad mengatakan dirinya memperoleh kesempatan memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya melalui interaksi dengan peserta dari berbagai negara.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi mengenai Global Tobacco Control Policies and Best Practices, Nicotine Replacement Therapy (NRT) and Innovations in Smoking Cessation, serta Clinical Management of Tobacco-Related Diseases. Mereka juga mengikuti lokakarya formulasi fitofarmaka untuk mendukung smoking cessation dan pelatihan konseling penghentian merokok berbasis studi kasus.
Rangkaian kegiatan ISCP 2026 tidak hanya berfokus pada aspek akademik. Fawad bersama peserta lainnya mengikuti Lab Tour di Fakultas Farmasi USU, kegiatan community service di Masjid Al Jihad, serta kunjungan lapangan ke Bukit Lawang untuk mempelajari ekowisata dan konservasi di Taman Nasional Gunung Leuser.
Agenda tersebut juga mencakup jungle tracking untuk melihat orangutan di habitat alaminya, river tubing, hingga city tour ke sejumlah destinasi sejarah di Kota Medan, seperti Museum Negeri Sumatera Utara, Istana Maimun, Masjid Raya Al-Mashun, dan Tjong A Fie Mansion. Kegiatan gala dinner dan pertunjukan budaya dari berbagai negara turut menjadi bagian dari program.
Fawad menilai interaksi dengan mahasiswa lokal, mahasiswa internasional, dan para dosen menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti ISCP 2026.
“Mahasiswa USU sangat ramah, membantu, dan membuat kami merasa diterima selama mengikuti program. Saya juga berkesempatan berdiskusi dan bertukar budaya dengan peserta dari berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, Kamboja, Filipina, dan negara lainnya,” katanya.
Di sela-sela kegiatan, Fawad juga berdiskusi dengan dosen, peneliti, dan dokter spesialis mengenai isu pengendalian tembakau, kesehatan paru, serta penelitian yang tengah dikembangkannya di bidang Artificial Intelligence (AI) untuk deteksi dini kanker paru menggunakan CT scan.
Menurut dia, pengalaman mengikuti ISCP 2026 tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi penelitian dengan akademisi dan peserta dari berbagai negara di masa mendatang. []













































































