TERBARU

BisnisEkonomi

Trafik Sigli–Banda Aceh Naik 229 Persen, Kinerja Tol Trans Sumatra Ikut Menguat

ORINEWS.id – PT Hutama Karya (Persero) mencatat kinerja positif dalam pengelolaan jalan tol di Indonesia, khususnya pada jaringan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang menjadi salah satu proyek strategis nasional dalam memperkuat konektivitas antarwilayah.

Hingga saat ini, perusahaan pelat merah tersebut telah membangun JTTS sepanjang sekitar 1.185 kilometer, terdiri atas 829 kilometer ruas tol yang telah beroperasi dan 356 kilometer ruas dalam tahap konstruksi, termasuk dukungan konstruksi jalan tol.

Dari sisi operasional, Hutama Karya saat ini mengelola 14 ruas tol di Indonesia yang sebagian besar berada di Sumatra sebagai tulang punggung konektivitas, serta dua ruas tol di Pulau Jawa, yakni Tol JORR Seksi S dan Tol Akses Tanjung Priok.

Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto, mengatakan pengelolaan jalan tol menunjukkan perkembangan yang semakin solid seiring meningkatnya jumlah ruas yang beroperasi dan membaiknya kinerja operasional maupun keuangan.

“JTTS dibangun bukan hanya untuk membuka akses dan meningkatkan konektivitas serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat di Sumatra, tetapi juga untuk menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi perusahaan,” kata Eka dalam keterangan resmi, Senin (23/6/2026).

Ia menyebut pertumbuhan trafik menjadi salah satu indikator utama peningkatan kinerja, termasuk saat periode Lebaran 2026 yang tercatat naik 69,5 persen dibanding kondisi normal.

Selain itu, pendapatan jalan tol pada 2025 tercatat tumbuh 26,8 persen dibanding 2024, dan meningkat sekitar 35,7 persen dibanding 2023. Kontribusi terhadap pendapatan konsolidasian juga naik menjadi 16,83 persen pada 2025.

Salah satu pertumbuhan signifikan terlihat pada Ruas Tol Sigli–Banda Aceh yang mencatat kenaikan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) hingga 229 persen setelah pengoperasian fungsional Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum.

“Ini mengonfirmasi bahwa semakin tersambungnya ruas JTTS berbanding lurus dengan meningkatnya minat pengguna jalan,” kata Eka.

Ia menambahkan, Operating Income jalan tol juga meningkat 9,8 persen pada 2025 dibanding tahun sebelumnya, dengan kontribusi mencapai 39,65 persen terhadap pendapatan konsolidasian.

Sementara itu, Earnings After Tax (EAT) jalan tol pada 2025 disebut telah kembali positif setelah sebelumnya berada pada posisi negatif pada 2023 dan 2024.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyebut manfaat JTTS tidak hanya pada kinerja perusahaan, tetapi juga langsung dirasakan masyarakat.

“JTTS membantu perjalanan menjadi lebih cepat dan nyaman, membuka ruang ekonomi baru, serta memperkuat konektivitas antardaerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, perusahaan akan terus meningkatkan standar layanan melalui optimalisasi transaksi, kesiapan petugas, penggunaan Intelligent Traffic System (ITS), hingga penguatan Command Center.

Hutama Karya juga mengimbau pengguna jalan untuk berkendara tertib, memastikan kondisi kendaraan, serta mematuhi rambu lalu lintas selama perjalanan di ruas tol.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.