ORINEWS.id — Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengapresiasi Forum Bersama (Forbes) anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh atas peran mereka dalam mengawal proses revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) di tingkat nasional.
Ketua DPRA Zulfadhli menyampaikan apresiasi tersebut dalam pertemuan bersama Pemerintah Aceh dan Forbes Aceh di Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Jakarta, Senin malam (15/6/2026).
Ia menilai keterlibatan Forbes Aceh menjadi bagian penting dalam memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat pusat.
“Peran Forbes Aceh sangat besar dalam DPR RI dan sangat memperhatikan Aceh. Merkea sangat peduli terhadap kepentingan Aceh,” kata Zulfadhli.
Ia menegaskan sinergi antara DPRA, Pemerintah Aceh, dan Forbes Aceh menjadi faktor kunci dalam mendorong percepatan revisi UUPA yang saat ini masih dibahas.
Ketua Forbes Aceh TA Khalid mengatakan setiap pihak memiliki peran masing-masing dalam proses tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya kesamaan tujuan dalam memperjuangkan kepentingan Aceh.
“Yang paling penting adalah kita satu tujuan untuk kepentingan Aceh. Komunikasi yang baik harus terus dijaga,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi menyebut revisi UUPA sebagai agenda strategis yang menentukan arah pembangunan Aceh ke depan.
“Revisi UUPA ini sangat penting karena menyangkut masa depan Aceh,” katanya.
Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Nasir Syamaun atas arahan Gubernur Aceh.
Diskusi ini turut dihadiri sejumlah anggota Forbes Aceh, antara lain Nasir Djamil, Ghufran Zainal Abidin, Muslim Aiyub, dan HT Ibrahim.
Dari unsur DPRA hadir Ketua DPRA beserta para wakil ketua dan pimpinan fraksi, sementara dari Pemerintah Aceh turut melibatkan tim pemerintah, akademisi, dan tokoh masyarakat yang selama ini ikut mengawal proses revisi UUPA.***














































































