ORINEWS.id — Wakil Ketua Komisi III DPRK Aceh Timur bidang keuangan dan pembangunan, Abdul Muthalib, mengingatkan pelaksanaan program makanan bergizi gratis (MBG) di daerah itu agar benar-benar menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan dari masyarakat di Kabupaten Aceh Timur terkait makanan yang dinilai belum memenuhi standar gizi sebagaimana yang diharapkan dalam program tersebut.
“Ada beberapa laporan masyarakat Aceh Timur terkait makanan gizi gratis yang kurang sempurna ataupun jauh dari yang dikatakan bergizi, khususnya di wilayah kerja Kabupaten Aceh Timur,” kata Abdul Muthalib dalam keterangannya.
Ia menegaskan, program MBG merupakan inisiatif yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sehingga seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat mengawal pelaksanaannya dengan serius.
“Kita mengharapkan semua pihak ikut mengawal dan menjaga supaya program ini berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut dia, kualitas pelaksanaan program harus menjadi perhatian utama agar tidak menimbulkan kesenjangan di tengah masyarakat akibat produksi yang tidak maksimal atau tidak serius.
“Jangan sampai bisa menimbulkan kesenjangan di tingkat masyarakat dengan produksinya yang tidak serius,” kata dia.
Abdul Muthalib juga menyoroti besarnya anggaran yang telah dialokasikan untuk program tersebut. Dengan dukungan anggaran yang signifikan, ia menilai manfaat yang dirasakan masyarakat seharusnya juga optimal.
“Dengan plotting anggaran yang sangat besar, seharusnya manfaatnya juga besar,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) dalam waktu dekat guna memastikan kualitas makanan yang disalurkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
“Kita akan melakukan sidak dalam waktu dekat,” kata Abdul Muthalib. []
















































































