ORINEWS.id – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengeklaim telah menghancurkan enam kapal taktis milik Amerika Serikat dalam serangan yang dilakukan di kawasan Teluk, Sabtu (28/3).
Menurut pernyataan resmi IRGC, serangan tersebut menyasar Pelabuhan Al-Shuwaikh di Kuwait serta sejumlah pelabuhan di Dubai, Uni Emirat Arab. Operasi itu disebut sebagai bagian dari “True Promise 4” gelombang ke-84.
IRGC menyatakan serangan dilakukan menggunakan rudal balistik dan rudal jelajah Qadr 380. Dalam operasi tersebut, enam kapal pendaratan utilitas (LCU) milik Amerika Serikat diklaim berhasil dihantam di pelabuhan Al-Shuwaikh.
“Dalam operasi ini, enam kapal taktis Amerika dihantam. Berdasarkan laporan lapangan, tiga kapal tenggelam dan sisanya terbakar,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip dari kantor berita Tasnim.
Selain serangan rudal, IRGC juga mengklaim mengerahkan drone bunuh diri untuk menargetkan personel peluncuran drone Amerika Serikat di kawasan pesisir Dubai. Dalam pernyataan yang sama, IRGC menyebut adanya korban jiwa dari pihak militer Amerika, meski tidak merinci jumlah pasti.
Sebelumnya, Iran juga dilaporkan melancarkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi. Serangan tersebut dilaporkan melukai 10 tentara Amerika Serikat, dengan dua di antaranya mengalami luka serius. Sejumlah pesawat pengisi bahan bakar milik AS juga disebut mengalami kerusakan.
Mengutip laporan The Wall Street Journal, serangan tersebut tidak hanya melibatkan rudal balistik, tetapi juga kawanan pesawat tanpa awak atau drone.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat maupun otoritas terkait di kawasan Teluk mengenai klaim serangan tersebut. Situasi ini menambah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa waktu terakhir kembali meningkat. []
















































































