ORINEWS.id – Pengamat politik Rocky Gerung menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini menanggung dampak besar dari akumulasi kebijakan selama 10 tahun pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo. Menurut Rocky, berbagai persoalan yang muncul belakangan bukan semata-mata akibat kebijakan pemerintahan saat ini.
“Ketika kita paham bahwa pada akhirnya seluruh investasi buruk selama 10 tahun Jokowi harus ditelan oleh Prabowo. Sekali Prabowo datang bicara, dia langsung sampai di hidung. Maka presiden akhirnya tenggelam, ditenggelamkan oleh past events,” kata Rocky Gerung dalam kanal YouTube pribadinya, Rabu malam, 4 Februari 2026, seperti dilansir RMOL.
Rocky menilai sejumlah fenomena yang terjadi belakangan, mulai dari anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga kerusakan lingkungan yang memicu bencana, merupakan akumulasi dari kebijakan pada periode sebelumnya.
“Apakah IHSG drop kemarin gara-gara kebijakan Prabowo? Ya sinyalnya di situ. Tapi ini akumulasi dari pemalsuan dokumen, dari goreng-goreng saham tuh selama 10 tahun,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kerusakan hutan di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera, yang menurutnya tidak bisa dilepaskan dari kebijakan pada masa lalu.
“Apakah hutan yang di Sumatera tuh hancur gara-gara 1 tahun Prabowo? Ya, tetapi dia akumulasi dari 10 tahun dibiarkan oleh Presiden Jokowi,” kata Rocky.
Akademisi yang dikenal kerap melontarkan kritik terhadap pemerintah itu juga menyoroti melemahnya etos republikanisme dalam kehidupan bernegara. Menurutnya, nilai tersebut semakin terpinggirkan selama satu dekade terakhir.
“Artinya selama 10 tahun tidak ada etos republikanisme. Yang ada adalah etos kerajaan. Jadi kita hidup di dalam bentuk republik, di taut republikanisme ethics. Kita sebut ini republik. Tapi kalau kita cari ke segala sudut, mana etos republikanismenya?” ujarnya. []














































































