Selasa, Juni 18, 2024
spot_img

Bakri Siddiq Cek Langsung Penanganan Stunting

Wajib Baca

spot_img

Orinews.id|Banda Aceh – Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq turun lapangan untuk mengecek langsung penanganan stunting, Kamis (18/5/2023). Bakri beserta rombongan SKPK melihat kondisi Nurkhalisa, balita usia dua tahun asal Gampong Peunyerat.

Kedatangan Bakri ke sana untuk melihat langsung progres bayi stunting setelah dua bulan sebelumnya pihaknya memantau kasus tersebut. Diketahui sebelumnya, putri dari Ruslan dan Tuti Hardianti itu memiliki bobot tubuh yang tidak ideal dengan usia sang bayi.

“Alhamdulillah progres bayi Khalisa ini kalau kita lihat dua bulan yang lalu itu beratnya jauh di bawah 5 kilogram, bahkan kalau kita lihat aura wajahnya begitu pucat. Tapi begitu kita kembali lihat hari ini sudah mulai ceria dan senyum, dan juga berat badannya bertambah,” ujarnya.

Pj wali kota berharap kesadaran dari seluruh masyarakat, terutama orang tua untuk ikut peduli menjaga dan berkoordinasi dengan pihak Posyandu dan Puskesmas agar dapat memperhatikan asupan gizi bagi balitanya.

“Saya bersyukur juga dengan adanya Pak Keuchik Gampong Penyerat ini yang begitu peduli, beliau sering memantau juga. Ini dipantau terus, diberi asupan dan mudah-mudahan ke depan untuk bayi Khalisa ini bisa terbebas dari stunting,” ucapnya.

Bakri juga mengungkapkan, butuh waktu dan tahapan dalam menangani kasus tersebut. Di samping itu, ia memastikan Pemko Banda Aceh akan terus memonitor.

“Kami imbau kepada warga Banda Aceh yang anaknya mengalami hal yang sama (stunting) agar selalu dikontrol, dibawa ke Posyandu untuk berkonsultasi. Kalau ada hal yang mengharuskan kami pemko untuk mengambil kebijakan, maka kita akan langsung turun tangan melalui dinas terkait,” ungkapnya.

Hal itu sesuai dengan anjuran Presiden, Mendagri, dan Gubernur agar stunting harus turun dengan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Lukman mengatakan, menyahuti instruksi Pj Wali Kota Banda Aceh terkait penanganan stunting, pihaknya telah membentuk Tim Penanganan Stunting (TPS) Banda Aceh bersama lintas sektor terkait.

Ia mengungkapkan, pihaknya baru saja menggelar rembuk stunting beberapa hari yang lalu membahas terkait prioritas masalah stunting, dan kendala yang ada lapangan.

“Mulai dari mana, dan persoalannya dari mana, mudahan-mudahan setelah itu ter-mapping semua langkah-langkah yang akan kita lakukan. Kesadaran masyarakat adalah yang paling penting, kemauan masyarakat untuk membawa anak ke Posyandu itu yang perlu kita tingkatkan,” katanya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Asisten Perekonomian konomi dan Pembangunan Jalaluddin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Ambiya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Cut Azharida, Camat Banda Raya Kadafi, Keuchik Gampong Peunyerat T Ismed Fadilah, dan unsur muspika setempat. [*]

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Warga Meunasah Papeun Aceh Besar Sembelih 42 Hewan Qurban

ORINEWS.ID, Aceh Besar - Dalam perayaan Idul Adha 1445 Hijriyah, Gampong Meunasah Papeun, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, menyembelih 42 ekor hewan qurban,
spot_img
spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA LAINNYA

- Advertisement -