ORINEWS.id, JAKARTA — Tiga anak menyampaikan pandangan mereka tentang sosok polisi saat berkesempatan berdialog dan mendongeng di hadapan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Selasa (11/8/2026).
Ketiga anak tersebut yakni Faiha Samaira Khansa, Violina Firdausa atau Vio, dan Gilang. Melalui cerita yang berbeda, mereka menggambarkan polisi sebagai sosok yang memberikan pertolongan, menghadirkan rasa aman, dan dapat dipercaya ketika masyarakat membutuhkan perlindungan.
Faiha, misalnya, mengangkat cerita tentang seorang anak yang awalnya takut kepada polisi. Pandangan tersebut berubah setelah anak itu mendapatkan pertolongan dari polisi.
Cerita Faiha menunjukkan bahwa kedekatan dan tindakan nyata dapat mengubah rasa takut menjadi kepercayaan.
“Pak Polisi itu bukan untuk ditakuti. Pak Polisi tugasnya menjaga kita semua agar selamat di jalan raya,” ujar Faiha.
Vio bercita-cita jadi polisi
Sementara itu, Vio menggambarkan sosok polisi melalui keberanian dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam dongeng yang dibawakannya, Vio mengisahkan seorang anak perempuan yang memiliki cita-cita menjadi polisi.
Cerita tersebut menggambarkan bahwa keberanian bukan hanya berkaitan dengan kekuatan, tetapi juga kemauan untuk menolong orang lain.
Vio pun menyampaikan cita-citanya untuk menjadi anggota Polri.
Adapun Gilang menempatkan polisi sebagai sosok yang dapat dipercaya ketika seorang anak menghadapi kesulitan.
Cerita yang dibawakannya juga membawa pesan mengenai pentingnya perlindungan terhadap anak serta edukasi keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.
Kepercayaan dibangun sejak dini
Ketiga cerita tersebut menunjukkan bahwa bagi anak-anak, citra polisi dapat terbentuk dari pengalaman dan tindakan yang mereka rasakan secara langsung.
Kehadiran, kepedulian, serta cara polisi memperlakukan masyarakat menjadi bagian penting dalam menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan.
Kapolri tidak hanya mendengarkan cerita ketiganya, tetapi juga mengajak mereka berbincang mengenai sekolah, keluarga, dan cita-cita masing-masing.
Saat mengetahui ibu Vio sedang sakit, Listyo Sigit menyampaikan doa agar ibunda Vio segera diberikan kesembuhan.
Kapolri juga memberikan semangat kepada ketiganya agar terus belajar dan berusaha meraih cita-cita.
Momen tersebut menunjukkan pentingnya membangun hubungan antara Polri dan anak-anak melalui pendekatan yang humanis dan penuh perhatian.
Kepercayaan terhadap polisi tidak hanya dibangun ketika seseorang telah dewasa. Kepercayaan tersebut dapat tumbuh sejak dini melalui pengalaman positif anak-anak bersama anggota Polri.[]















































































