ORINEWS.id, BIREUEN – Menjadi relawan tidak cukup hanya datang membawa bantuan. Kehadiran di tengah masyarakat juga dituntut mampu membaca persoalan, mendengar kebutuhan warga, serta ikut membangun solusi secara bersama-sama.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan kepada Masyarakat yang berlangsung di Pondok Pesantren Darussalamah Al Aziziyah, Kabupaten Bireuen, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui tindakan sosial yang konkret, mulai dari kepedulian terhadap sesama hingga menjaga persatuan di tengah perbedaan.
Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Anggota Komisi XIII DPR RI Samsul Bahri Tiyong, Analis Kebijakan Ahli Madya BPIP RI Kenny Tawarnate, S.IP., M.Si., Imran Mahfudi, S.H., M.H., dan Tgk. Masykur.
Dalam pembahasan, Pancasila tidak hanya dilihat dari kedudukannya sebagai dasar negara. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial juga dikaitkan dengan aktivitas relawan ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.
Karena itu, peran relawan diarahkan lebih luas daripada sekadar memberikan bantuan.
Relawan diharapkan mampu membangun komunikasi dengan warga, memahami kondisi yang dihadapi, serta mencari penyelesaian secara gotong royong.
Konsep tersebut menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima manfaat. Relawan diharapkan dapat bergerak bersama warga sehingga kegiatan sosial memiliki kesinambungan dan memberikan manfaat yang lebih nyata bagi lingkungan sekitar.
Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan
Nilai persatuan juga menjadi bagian penting yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Perbedaan latar belakang masyarakat diharapkan tidak menjadi penghalang untuk saling membantu dan bekerja sama.
Relawan diharapkan mengambil posisi sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merawat hubungan sosial, menghargai perbedaan, mengedepankan musyawarah, serta mendorong kepedulian di lingkungan masing-masing.
Pesan utama kegiatan tersebut kemudian bermuara pada satu hal, yakni nilai Pancasila tidak cukup hanya diketahui atau dihafalkan. Nilai-nilai tersebut perlu terlihat dalam tindakan sehari-hari.
Dari Bireuen, gerakan kebajikan diharapkan terus berkembang melalui peran masyarakat dan relawan dalam memperkuat kepedulian sosial, persatuan, serta semangat gotong royong.
“Dari Bireuen, kita kuatkan kebajikan, kita rawat persatuan, dan kita wujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.[]
















































































