ORINEWS.id, SUMEDANG – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, berziarah ke makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien di Kompleks Makam Gunung Puyuh, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026). Ziarah tersebut dilakukan sebelum memulai kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang dalam rangka memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi kreatif bersama pemerintah daerah.
Dalam kegiatan itu, Teuku Riefky didampingi sejumlah perwakilan Yayasan Cut Nyak Dhien. Ziarah menjadi bentuk penghormatan kepada salah satu tokoh perempuan pejuang bangsa sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai sejarah dan kepahlawanan.
Bagi Teuku Riefky, ziarah tersebut memiliki makna yang sangat mendalam. Selain sebagai penghormatan kepada pahlawan nasional, ia juga memiliki hubungan kekerabatan dengan Cut Nyak Dhien yang terhubung melalui keturunan Uleebalang di kawasan VI Mukim, Peukan Bada, Aceh Besar.
“Cut Nyak Dhien bukan hanya milik Aceh, tetapi milik seluruh Indonesia. Semangat perjuangan, keberanian, dan pengorbanannya adalah warisan yang harus terus hidup dalam setiap generasi. Ziarah ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini dibangun di atas perjuangan para pendahulu,” ujar Teuku Riefky, dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8).
Menurutnya, sejarah perjuangan rakyat Aceh menyimpan banyak nilai luhur yang tetap relevan hingga saat ini, seperti keberanian, keteguhan hati, cinta tanah air, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
“Menghargai sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjadikannya inspirasi untuk membangun masa depan. Generasi muda perlu mengenal tokoh-tokoh seperti Cut Nyak Dhien agar nilai kepahlawanan, persatuan, dan nasionalisme terus tumbuh,” katanya.
Rangkaian ziarah ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada Cut Nyak Dhien dan seluruh pahlawan bangsa yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
Usai berziarah, Menteri Ekraf juga mengunjungi Rumah Singgah Cut Nyak Dhien di Sumedang, yang menjadi bagian dari jejak sejarah pengasingan sang pahlawan hingga wafat pada 1908.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan bahwa penghormatan terhadap sejarah dan jasa para pahlawan merupakan bagian penting dalam membangun karakter bangsa. Nilai-nilai keberanian, ketangguhan, serta kecintaan kepada Indonesia dinilai menjadi fondasi yang tetap relevan untuk menginspirasi generasi masa kini dalam berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.[]















































































