TERBARU

Kesehatan

5 Kebiasaan Sepele yang Bisa Merusak Ginjal Tanpa Disadari, Nomor 3 Sering Dilakukan

ORINEWS.id – Penyakit ginjal sering berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal. Akibatnya, banyak penderita baru mengetahui kondisi ginjalnya telah mengalami kerusakan setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin atau ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut.

Dokter Konsultan Nefrologi dari KIMS Hospitals Thane, India, Dr. Sumiran Mahajan, mengatakan berbagai kebiasaan sehari-hari yang kerap dianggap sepele justru dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal dalam jangka panjang.

“Ada hal-hal kecil yang dilakukan sehari-hari yang dampaknya sangat signifikan ke ginjal. Terlalu banyak makan junk food dan konsumsi garam berlebih memberi tekanan ekstra yang tidak perlu pada ginjal,” kata Dr. Sumiran, dikutip dari Times of India, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, konsumsi makanan cepat saji dan makanan tinggi garam dapat meningkatkan tekanan darah, yang menjadi salah satu faktor utama penyebab penyakit ginjal kronis.

Selain pola makan, Dr. Sumiran juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi obat pereda nyeri (painkiller) secara sembarangan tanpa anjuran tenaga medis.

“Penggunaan obat pereda nyeri tanpa saran medis bisa berdampak jangka panjang pada kondisi ginjal. Ini makin berisiko bagi orang yang memiliki riwayat diabetes dan hipertensi karena kedua kondisi tersebut juga merusak pembuluh darah pada ginjal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa menjaga kesehatan ginjal harus dimulai dari upaya pencegahan.

“Perawatan ginjal pada dasarnya adalah langkah pencegahan. Penyakit ginjal stadium awal memang sering tidak bergejala sehingga masyarakat perlu lebih waspada dan menerapkan gaya hidup sehat,” katanya.

Kerusakan Ginjal Kerap Tanpa Gejala

Hal senada disampaikan Konsultan Nefrologi dari Wockhardt Hospitals Mumbai Central, India, Dr. Nikhil Bhasin. Menurutnya, ginjal merupakan organ yang mampu beradaptasi sehingga penurunan fungsi pada tahap awal sering tidak menimbulkan keluhan.

“Kerusakan ginjal sering berkembang perlahan dan tanpa gejala. Banyak orang baru menyadari ketika kondisinya sudah cukup berat karena ginjal mampu tetap bekerja meski fungsinya mulai menurun,” ujar Dr. Nikhil.

Ia menjelaskan, sejumlah gejala ringan biasanya baru muncul ketika kerusakan ginjal semakin berkembang, seperti pembengkakan pada kaki, tubuh mudah lelah, sering buang air kecil pada malam hari, hingga penurunan nafsu makan.

Namun, gejala tersebut sering diabaikan karena dianggap bukan masalah serius.

Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Penyakit Ginjal

Selain diabetes dan hipertensi yang tidak terkontrol, para ahli menyebut sejumlah kebiasaan sehari-hari dapat mempercepat kerusakan ginjal, antara lain:

  • Terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi garam dan makanan cepat saji.
  • Menggunakan obat pereda nyeri tanpa pengawasan dokter.
  • Kurang minum air putih.
  • Jarang berolahraga.
  • Tidak mengendalikan kadar gula darah dan tekanan darah.

Dr. Nikhil menambahkan, faktor keturunan juga dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal sehingga pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi penting, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tersebut.

Ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin agar gangguan dapat dideteksi sejak dini sebelum berkembang menjadi penyakit ginjal kronis.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.