TERBARU

Internasional

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 18 Warga, Termasuk Tiga Anak dan Satu Janin

ORINEWS.id – Sedikitnya 18 warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan udara dan penembakan yang dilakukan militer Israel di Jalur Gaza pada Minggu (2/8/2026). Korban tewas mencakup tiga anak dan satu janin, sementara serangan tersebut terjadi di tengah upaya melanjutkan fase kedua gencatan senjata yang diumumkan Amerika Serikat.

Serangan terbaru ini kembali memicu sorotan terhadap implementasi gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025. Di saat proses perdamaian masih diupayakan, serangan bersenjata dan pembatasan bantuan kemanusiaan disebut masih terus berlangsung di wilayah Gaza.

Mengutip laporan Anadolu, serangan udara Israel menghantam sebuah apartemen milik keluarga Al Hams di kawasan Al Qarara, Gaza Selatan. Serangan itu menewaskan Mahmoud Zaki Al Hams (38), istrinya Fatima Al Hams (37), serta putri mereka yang masih kecil. Tiga warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Di wilayah Gaza Tengah, pasangan suami istri Kamal Abu Muailiq (68) dan Huda (59) juga dilaporkan tewas setelah helikopter Israel menyerang rumah mereka di kawasan Al Mashaala.

Masih di kawasan yang sama, dua warga lainnya kehilangan nyawa akibat serangan udara yang menargetkan sebuah sepeda motor.

Sementara itu di Kota Gaza, dua orang, termasuk seorang anak, dilaporkan tewas ketika serangan Israel menghantam tenda pengungsian. Delapan warga lainnya mengalami luka-luka.

Serangan lain yang menyasar sebuah apartemen di Menara Al Sousi, Kota Gaza, menewaskan empat anggota keluarga, yakni Abdullah Abu Taif (33), istrinya Abeer Anan (29), putra mereka Azzam (5), serta janin yang dikandung Abeer.

Di Gaza Utara, seorang warga dilaporkan tewas akibat tembakan langsung di Kamp Pengungsi Jabalia. Empat korban lainnya meninggal dunia setelah sebuah drone Israel menyerang kendaraan di Kota Gaza.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Dewan Perdamaian pada Jumat (31/7/2026) mengumumkan kesepakatan untuk melanjutkan fase kedua gencatan senjata Gaza. Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa Hamas telah menerima peta jalan perdamaian secara terperinci.

Namun hingga kini, pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi terhadap proposal tersebut.

Warga Gaza menilai berlanjutnya operasi militer Israel, disertai pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan, membuat pelaksanaan gencatan senjata belum berjalan efektif dan memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Menurut keterangan pejabat Palestina, sejak gencatan senjata fase pertama diberlakukan pada 10 Oktober 2025, Israel disebut telah melakukan ribuan pelanggaran melalui serangan militer, penangkapan, dan operasi di berbagai wilayah Gaza. Akibatnya, sebanyak 1.230 warga Palestina dilaporkan tewas dan 4.076 lainnya terluka selama periode tersebut.

Secara keseluruhan, otoritas Palestina menyatakan lebih dari 73.000 warga Gaza telah meninggal dunia dan sekitar 174.000 lainnya mengalami luka-luka sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023. Konflik tersebut juga disebut telah merusak sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.