ORINEWS.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengukuhkan 1.488 guru profesional Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 4 Tahun 2025 yang diselenggarakan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Sabtu (11/7/2026).
Prosesi pengukuhan digelar secara blended atau gabungan luring dan daring. Sebanyak 261 peserta mengikuti acara secara langsung di Auditorium Prof Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Banda Aceh, sedangkan 1.227 peserta lainnya mengikuti kegiatan secara virtual dari berbagai provinsi di Indonesia.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg menegaskan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), tidak akan mampu menggantikan peran mendasar seorang guru dalam mendidik.
“Mesin atau kecerdasan buatan secanggih apa pun tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan hati, empati, dan keteladanan seorang guru. Karena itu, didiklah peserta didik dengan cinta, kesabaran, dan ketulusan,” kata Mujiburrahman.
Menurut dia, gelar guru profesional yang disandang para lulusan bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan amanah besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membentuk karakter generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
Ia menjelaskan, seluruh peserta telah melewati tahapan pendidikan yang panjang, mulai dari pembelajaran akademik, lokakarya, Uji Kinerja (UKin), hingga Uji Pengetahuan (UP), sebelum dinyatakan lulus sebagai guru profesional.
Menghadapi perkembangan teknologi digital, Mujiburrahman menyampaikan tiga pesan kepada para lulusan PPG. Pertama, guru harus adaptif, inovatif, dan melek teknologi dengan memanfaatkan AI sebagai sarana menciptakan pembelajaran yang kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Kedua, guru diharapkan menjadi agen moderasi beragama melalui penanaman nilai-nilai Islam wasathiyah, toleran, dan damai di lingkungan sekolah. Menurutnya, peran guru sangat penting dalam membangun budaya saling menghargai sekaligus mencegah perundungan dan kekerasan di dunia pendidikan.
Ketiga, guru profesional harus menjadi pendidik yang berkarakter. Selain menguasai kompetensi akademik, guru juga dituntut menjadi teladan yang mampu membentuk karakter peserta didik melalui ketulusan, empati, dan integritas.
Rektor juga mengajak seluruh alumni PPG menjaga nama baik almamater UIN Ar-Raniry di mana pun mereka bertugas.
“Jadilah duta UIN Ar-Raniry di tempat Saudara bertugas. Tunjukkan kepada masyarakat bahwa lulusan PPG UIN Ar-Raniry adalah guru-guru profesional yang unggul, berintegritas, dan mampu membawa perubahan positif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PPG LPTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr Saifullah SAg MA, mengatakan pengukuhan kali ini diikuti 1.488 peserta dari delapan bidang studi.
Rinciannya meliputi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 403 peserta, Guru Kelas Madrasah Ibtidaiyah (GKMI) 398 peserta, Guru Kelas Raudhatul Athfal (GKRA) 195 peserta, Fikih 100 peserta, Bahasa Arab 99 peserta, Akidah Akhlak 98 peserta, Al-Qur’an Hadis 98 peserta, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) 97 peserta.
Menurut Saifullah, pelaksanaan pengukuhan secara luring dan daring menunjukkan luasnya jangkauan penyelenggaraan PPG UIN Ar-Raniry yang telah diikuti guru dari berbagai daerah di Indonesia.
“Pengukuhan ini menjadi penanda bahwa seluruh peserta telah menyelesaikan rangkaian Pendidikan Profesi Guru dan siap mengemban amanah sebagai guru profesional yang memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian,” katanya.
Ia menambahkan, UIN Ar-Raniry berkomitmen terus mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional melalui penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru yang berkualitas serta menghasilkan tenaga pendidik yang siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Ar-Raniry Hilmi MPd, Dekan FTK Prof Safrul Muluk MA MEd PhD, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Aceh Dr Aidarina Elisiva BAcc MM, Kepala Bidang Madrasah Kanwil Kementerian Agama Aceh Khairul Azhar MSi, Katim PPG Madrasah Kementerian Agama RI Chairul Amri SAg, para pimpinan FTK, dosen, guru pamong, serta keluarga peserta PPG.[]




































































