ORINEWS.id – Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) resmi melepas rangkaian kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di wilayah Provinsi Aceh dari Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) Sabang. Kolaborasi strategis ini dilakukan untuk memastikan uang Rupiah tersedia dalam jumlah yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, serta dalam kondisi berkualitas dan layak edar di seluruh pelosok negeri, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Bank Indonesia tidak hanya memastikan ketersediaan uang Rupiah di seluruh wilayah Indonesia, tetapi juga menjaga kualitas uang yang beredar di masyarakat. Melalui layanan kas keliling 3T, masyarakat dapat menukarkan uang lusuh, cacat, rusak, dan tidak layak edar dengan uang Rupiah layak edar guna mendukung kelancaran aktivitas ekonomi.
Keterbatasan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam pendistribusian uang Rupiah. Sinergi Bank Indonesia dan TNI AL menjadi kunci dalam menyukseskan upaya tersebut. Sebagai garda terdepan pertahanan negara, TNI AL memiliki armada yang mampu menjangkau wilayah kepulauan 3T dari Sabang hingga Merauke. Melalui kerja sama ini, TNI AL mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia dalam mendistribusikan uang Rupiah ke berbagai penjuru negeri.
Sinergi kedua lembaga tersebut mempertemukan misi kedaulatan yang sama. TNI AL menjaga kedaulatan wilayah melalui pertahanan negara, sementara Bank Indonesia menjaga kedaulatan bangsa melalui Rupiah. Melalui semangat “Bela Negara Tanpa Senjata”, yakni dengan menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tidak menggunakan mata uang asing, kedaulatan bangsa dapat terus terjaga.
ERB 2026 merupakan kelanjutan dari sinergi panjang antara Bank Indonesia dan TNI AL yang telah berlangsung sejak tahun 2012. Hingga saat ini, kedua lembaga telah sukses melaksanakan 150 kegiatan kas keliling 3T dan mengunjungi 766 pulau terpencil di Indonesia. Pada 2026, Bank Indonesia dan TNI AL sepakat memperluas layanan melalui 19 kegiatan kas keliling 3T di 19 provinsi yang menyasar 97 pulau.
Khusus di Aceh, kegiatan ERB yang dilepas di Sabang hari ini merupakan ekspedisi ke-10 sepanjang tahun 2026. Ekspedisi akan berlangsung pada 18–24 Juni 2026 dengan menyasar lima pulau 3T, yaitu Pulau Weh (Sabang), Pulau Breuh dan Pulau Nasi (Aceh Besar), Kepulauan Simeulue, serta Kepulauan Banyak (Aceh Singkil). Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Tuna-876.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, pada ekspedisi kali ini Bank Indonesia menyiapkan persediaan uang Rupiah layak edar yang meningkat sebesar 25 persen dibandingkan pelaksanaan pada tahun 2025.
Bank Indonesia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI AL, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait yang terus mendukung kelancaran program ERB. Diharapkan program Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Provinsi Aceh dapat berjalan lancar, aman, serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan bangsa Indonesia.
Kegiatan ERB 2026 di Provinsi Aceh ini dilepas oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, dan Komandan Lanal Sabang, Kolonel Laut (P) Sadimin, S.E., M.Tr.Opsla. Kegiatan tersebut juga dihadiri Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Uang (DPU) Bank Indonesia, Beny Okta Tutuarima; Komandan KRI Tuna-876, Letkol Laut (P) Rahadian Nur Bramantyo, S.E.; perwakilan Markas Besar (Mabes) TNI AL; serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh dan Sabang. []
















































































