ORINEWS.id – Selama beberapa tahun terakhir, iPhone 15 Pro Max kerap dianggap sebagai standar utama dalam dunia fotografi dan videografi smartphone, terutama untuk konsistensi warna serta kualitas perekaman video. Namun memasuki pertengahan 2026, persaingan industri ponsel pintar disebut mulai berubah signifikan.
Sejumlah vendor Android seperti Samsung, Xiaomi, dan Google dinilai berhasil menghadirkan teknologi kamera yang semakin kompetitif melalui penggunaan sensor besar dan pemrosesan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI).
Salah satu perangkat yang banyak mendapat sorotan adalah Samsung Galaxy S24 Ultra beserta generasi penerusnya. Ponsel tersebut mengusung sensor utama 200 megapiksel yang disebut mampu menghasilkan detail gambar lebih tinggi dibandingkan sensor 48 megapiksel pada iPhone 15 Pro Max.
Keunggulan lain perangkat flagship Samsung disebut terletak pada kemampuan zoom optik. Jika iPhone mengandalkan lensa tetraprisma 5x, ponsel Android premium terbaru kini mulai menggunakan sistem periskop ganda yang diklaim mampu mempertahankan ketajaman gambar hingga pembesaran 10x bahkan 100x tanpa kehilangan detail secara signifikan.
Di sisi lain, Xiaomi 14 Ultra yang dikembangkan bersama Leica juga disebut membawa peningkatan besar pada kualitas fotografi malam. Perangkat ini menggunakan sensor satu inci yang memungkinkan penangkapan cahaya lebih optimal dalam kondisi minim pencahayaan.
Teknologi tersebut menghasilkan foto malam dengan tingkat noise lebih rendah dan efek bokeh optik yang lebih alami. Hasil gambar dinilai memberikan karakter menyerupai kamera profesional dibandingkan efek bokeh berbasis perangkat lunak semata.
Sementara itu, Google Pixel 9 Pro mengandalkan kekuatan computational photography berbasis AI. Google disebut menghadirkan fitur koreksi pencahayaan wajah secara real-time saat merekam video, termasuk teknologi Video Boost yang memungkinkan video malam terlihat lebih terang dengan rentang dinamis lebih luas.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perangkat Android premium kini tidak lagi dipandang sebagai alternatif kompromi dibandingkan iPhone. Persaingan teknologi kamera smartphone dinilai semakin terbuka, terutama bagi pengguna yang mengutamakan fleksibilitas lensa, resolusi tinggi, dan fitur AI kreatif dalam kebutuhan fotografi maupun videografi mobile. []



































































