ORINEWS.id – Jumlah pengunjung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada H+2 Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu, 23 Maret 2026, mencapai 62.500 orang. Tingginya angka kunjungan ini seiring dibukanya sejumlah kawasan dan ruang publik untuk masyarakat selama libur Lebaran.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengatakan jumlah pengunjung diperkirakan masih akan mencapai ribuan orang per hari hingga akhir masa libur pada 29 Maret 2026.
“Pengunjung juga bisa menikmati beberapa lokasi seperti kawasan Plaza Seremoni, PSSI, Embung MBH, Glamping IKN, Bendungan Sepaku Semoi, Plaza Bhinneka Tunggal Ika, dan Taman Kusuma Bangsa,” ujar Troy di Nusantara, Selasa, 24 Maret 2026, seperti dikutip dari Antara.
Selain itu, masyarakat juga dapat mengunjungi kawasan seperti Istana Negara dan area perkantoran yang mulai dibuka secara terbatas sebagai bagian dari pengalaman publik mengenal IKN.
Otorita IKN juga membuka akses ke Masjid Negara serta sejumlah destinasi wisata di sekitar kawasan tersebut dengan pengaturan kapasitas pengunjung. Hal ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan selama periode libur panjang.
Troy menegaskan, pengunjung yang ingin memasuki kawasan Istana Negara wajib mematuhi aturan berpakaian. Pengunjung tidak diperkenankan mengenakan sandal, celana pendek, kaus oblong, maupun pakaian tanpa lengan.
Selain aturan tersebut, Otorita IKN juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan bersama di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), termasuk di area Masjid Negara.
Salah satu imbauan yang disampaikan adalah penggunaan tas pakai ulang (reusable bag) untuk menyimpan alas kaki sebelum memasuki ruang utama masjid. Kebijakan ini bertujuan menjaga kebersihan area ibadah sekaligus mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Penggunaan tas pakai ulang untuk menyimpan alas kaki adalah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar. Kami mengajak seluruh pengunjung untuk ikut menjaga kebersihan dan mendukung prinsip keberlanjutan yang diterapkan di IKN,” kata Troy.
Lonjakan pengunjung selama libur Lebaran ini menjadi salah satu indikator tingginya minat masyarakat untuk melihat secara langsung perkembangan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia. []











































































