ORINEWS.id – Pulau Diego Garcia, lokasi pangkalan militer gabungan Amerika Serikat dan Inggris, dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal Iran. Informasi tersebut diungkap dalam laporan The Wall Street Journal.
Dalam laporan itu disebutkan, Iran menembakkan setidaknya dua rudal balistik jarak menengah ke arah pulau yang berada di kawasan Kepulauan Chagos, Samudra Hindia. Namun, serangan tersebut tidak mengenai target.
Para pejabat yang dikutip menyebutkan, satu rudal gagal di tengah penerbangan. Sementara rudal lainnya dilaporkan dicegat oleh sistem pertahanan Amerika Serikat yang diluncurkan dari kapal perang, menggunakan pencegat jenis SM-3. Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah pencegat tersebut sepenuhnya bertanggung jawab atas kegagalan rudal kedua.
Reuters melaporkan bahwa Gedung Putih dan Kedutaan Besar Inggris di Washington belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengkritik keputusan Inggris yang dinilai terlambat dalam mengizinkan penggunaan pangkalan militernya oleh AS untuk operasi terhadap Iran.
Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan bahwa para menteri telah menggelar pertemuan pada Jumat untuk membahas langkah Iran, termasuk upaya memblokir Selat Hormuz dan penargetan terhadap kapal komersial serta infrastruktur sipil.
“Perjanjian bagi AS untuk menggunakan pangkalan Inggris dalam pertahanan diri kolektif kawasan mencakup operasi untuk menurunkan kemampuan dan situs rudal yang digunakan untuk menyerang kapal di Selat Hormuz,” ujar juru bicara pemerintah Inggris.
Di sisi lain, rencana Inggris untuk menyewakan kembali Kepulauan Chagos kepada Mauritius sempat menuai kritik. Trump bahkan menyebut kebijakan tersebut berpotensi menjadi “bencana” bagi Inggris.
Serangan ke Diego Garcia ini disebut sebagai salah satu serangan rudal jarak jauh terpanjang yang dilakukan Iran sejak konflik berlangsung tiga pekan terakhir. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa negaranya membatasi jangkauan rudal balistik hingga 2.000 kilometer, sementara jarak Iran ke Diego Garcia mencapai sekitar 4.000 kilometer.
Dalam unggahannya di platform X, Araghchi juga menyatakan bahwa sebagian besar masyarakat Inggris tidak menginginkan keterlibatan dalam konflik tersebut.
“Iran akan menggunakan haknya untuk membela diri,” ujarnya. []















































































