TERBARU

Pendidikan

Mahasiswa Lund University Bagikan Pengalaman Magang di TDMRC USK

ORINEWS.id, BANDA ACEH – Mahasiswa Program Magister Disaster Risk Management and Climate Change Adaptation di Lund University, Swedia yaitu Kei Yiu Lai,  memaparkan pengalaman dan pembelajarannya selama menjalani program magang di Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Kamis, 15 Oktober 2026.

Dalam presentasinya, Kei membagikan perjalanan akademik dan profesionalnya selama magang di TDMRC di bawah bimbingan Prof. Dr. Syamsidik, S.T., M.Sc. Ia juga menceritakan pengalaman mengikuti kunjungan studi ke sejumlah wilayah di Aceh serta berinteraksi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Kei berasal dari Hong Kong dan merupakan lulusan Program Sarjana Atmospheric Science dari The Chinese University of Hong Kong pada 2024. Ketertarikannya terhadap TDMRC juga dipengaruhi oleh pengalaman seorang seniornya, Finn, yang sebelumnya menjalani magang di pusat penelitian tersebut. Pengalaman yang dibagikan seniornya mendorong Kei untuk mempelajari lebih jauh penerapan ilmu pengetahuan dalam pengelolaan risiko bencana.

“Memilih TDMRC sebagai tempat magang karena memiliki kesamaan minat dengan visi dan misi pusat penelitian tersebut, khususnya dalam pemanfaatan riset ilmiah untuk mendukung pengurangan risiko bencana dan meningkatkan ketangguhan masyarakat,” ucapnya.

Selama magang, Kei terlibat dalam sejumlah kegiatan penelitian dan pendukung program TDMRC. Salah satu tugas utamanya adalah melakukan analisis berbasis Geographic Information System (GIS) terhadap bangunan di Banda Aceh dengan menggabungkan data bangunan dan data genangan tsunami.

Analisis tersebut bertujuan untuk memperkirakan potensi dampak dan kerugian yang dapat dialami bangunan akibat tsunami. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi Kei untuk memperdalam keterampilan teknis, terutama penggunaan GIS dan analisis bahaya tsunami berbasis probabilitas.

“Bidang kajian tsunami menjadi pengalaman belajar baru baginya karena sebelumnya ia belum banyak mendalami analisis bahaya tsunami,” ujarnya.

Selain itu, Kei turut mendokumentasikan perkembangan pemulihan pasca-Siklon Senyar melalui penelaahan laporan dan data pemerintah. Ia juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan TDMRC, termasuk Disaster Science Camp, seminar, dan pelatihan, serta berkesempatan menjadi juri dalam kompetisi UDARE.

Di samping kemampuan teknis, Kei juga mengembangkan keterampilan interpersonal, seperti beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, berkomunikasi lintas budaya, serta membangun hubungan profesional yang didasari kepercayaan dan kerja sama.

Meski demikian, perbedaan bahasa dan budaya kerja menjadi salah satu tantangannya selama menjalani magang. Sebagian dokumen yang harus dipelajarinya menggunakan Bahasa Indonesia, begitu pula dengan bahasa pengantar dalam sejumlah seminar dan pelatihan. Untuk mengatasinya, Kei memanfaatkan Google Translate, meminta bantuan rekan kerja, serta menggunakan strategi pencarian kata kunci agar dapat menemukan informasi penting dalam laporan berbahasa Indonesia secara lebih efisien.

Bagi Kei, pengalaman magang di TDMRC tidak hanya memperluas pengetahuan akademiknya, tetapi juga memberinya pemahaman langsung mengenai penerapan ilmu pengetahuan dalam penanggulangan bencana. Interaksi dengan para peneliti dan praktisi, serta kunjungan ke sejumlah wilayah di Aceh, turut memperkaya perspektifnya mengenai tantangan kebencanaan dan upaya membangun ketangguhan masyarakat.

Melalui program magang ini, TDMRC USK menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa internasional untuk menghubungkan teori yang diperoleh di perguruan tinggi dengan praktik penelitian dan penanggulangan bencana di lapangan. Pengalaman Kei juga menunjukkan pentingnya kolaborasi internasional dalam memperkuat pertukaran pengetahuan, mengembangkan kapasitas akademik, dan mendorong upaya pengurangan risiko bencana yang lebih efektif.

Kegiatan magang ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran dan pengembangan kapasitas, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui analisis risiko tsunami di Banda Aceh, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui kajian risiko bencana dan dokumentasi pemulihan pasca-Siklon Senyar.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.