ORINEWS.id, BANDA ACEH – Calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026–2031, drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes., menegaskan kesiapannya menerima dengan lapang dada apa pun keputusan Ketua Umum DPP Partai Demokrat terkait hasil Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Aceh.
Dalam Musda tersebut, terdapat dua calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, yakni Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H. dan drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes.
Nurdiansyah, yang akrab disapa DNA, mengatakan seluruh tahapan Musda merupakan bagian dari proses demokrasi dan mekanisme organisasi yang harus dihormati setiap kader.
Menurut dia, siapa pun yang nantinya mendapat kepercayaan memimpin Demokrat Aceh harus didukung demi kepentingan dan kebesaran partai.
“Sejak awal saya mengikuti proses ini dengan niat untuk mengabdi dan membesarkan Partai Demokrat. Saya sudah berikhtiar, berjuang dan mengikuti seluruh mekanisme partai. Pada akhirnya, apa pun keputusan Ketua Umum, akan saya hormati dan saya terima dengan penuh loyalitas,” ujar Nurdiansyah.
Ia menilai perjuangan politik tidak semata-mata diukur dari berhasil atau tidaknya seseorang memperoleh jabatan. Hal yang lebih penting, kata dia, adalah bagaimana seorang kader tetap berdiri bersama partai setelah keputusan ditetapkan.
“Bagi saya, menjadi Ketua DPD adalah amanah, bukan tujuan akhir dari sebuah pengabdian. Jika saya dipercaya, Insya Allah amanah itu akan saya jalankan sebaik-baiknya. Namun jika keputusan menetapkan yang lain, saya tetap kader Demokrat dan tetap memiliki kewajiban moral untuk menjaga serta membesarkan Partai Demokrat di Aceh,” tegasnya.
Tak Ingin Musda Tinggalkan Perpecahan
Nurdiansyah menegaskan tidak ingin proses Musda meninggalkan perpecahan di antara kader. Setelah seluruh tahapan selesai, menurutnya, tidak boleh lagi ada kelompok yang merasa menang ataupun kalah.
“Musda akan selesai, tetapi perjuangan Demokrat Aceh masih panjang. Setelah keputusan ditetapkan, saatnya kita kembali menjadi satu keluarga besar. Tidak ada lagi kubu saya atau kubu siapa pun. Yang ada adalah keluarga besar Partai Demokrat,” katanya.
Ia mengajak seluruh kader, khususnya para Ketua DPC dan pemilik suara yang mengikuti dinamika Musda, untuk menjaga persaudaraan serta menghormati keputusan partai.
Nurdiansyah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader dan Ketua DPC yang telah mendukung perjalanan politiknya. Dukungan tersebut, kata dia, merupakan sebuah kehormatan yang akan selalu dijaga.
“Saya berterima kasih kepada sahabat-sahabat DPC dan seluruh kader yang telah berdiri bersama saya dalam perjalanan ini. Kebersamaan itu tidak akan berhenti hanya karena Musda telah selesai. Kita tetap memiliki rumah yang sama dan cita-cita yang sama, yaitu membesarkan Demokrat dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Aceh,” ujarnya.
Menurut Nurdiansyah, sikap seorang kader justru diuji ketika keputusan akhir tidak sepenuhnya berada di tangannya.
“Dalam politik kita harus siap berjuang, siap menang dan juga harus memiliki kebesaran hati menerima setiap keputusan. Saya memilih jalan kesatria: berjuang secara sungguh-sungguh, menghormati mekanisme, dan ketika keputusan telah diambil, berdiri tegak untuk menghormatinya,” katanya.
Percaya AHY Ambil Keputusan Terbaik
Nurdiansyah menyatakan keyakinannya bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan mengambil keputusan terbaik dengan mempertimbangkan kepentingan dan masa depan Partai Demokrat Aceh.
“Saya percaya kepada kebijaksanaan Ketua Umum. Apa pun keputusan beliau, bagi saya itulah keputusan organisasi yang harus dihormati. Loyalitas kepada partai tidak boleh bergantung pada jabatan yang kita dapatkan,” tegas Nurdiansyah.
Ia berharap setelah Musda, seluruh energi kader dapat kembali diarahkan untuk konsolidasi organisasi, memperkuat struktur hingga tingkat bawah, serta mempersiapkan Demokrat Aceh menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
“Siapa pun yang ditetapkan menjadi Ketua DPD Demokrat Aceh periode 2026–2031, mari kita besarkan bersama. Jika amanah itu diberikan kepada saya, saya akan merangkul semuanya. Jika bukan saya yang dipercaya, saya pun tetap akan berada dalam barisan untuk membesarkan Demokrat. Karena jabatan ada waktunya, tetapi pengabdian dan kehormatan sebagai kader harus kita jaga sepanjang perjalanan politik kita,” pungkas Nurdiansyah.[]



































































