ORINEWS.id, BANDA ACEH – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., melantik para Wakil Dekan dan Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana periode 2026–2031 di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Kamis (6/8/2026).
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi kepada para Wakil Dekan dan Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana periode sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas.
Menurutnya, peran para pejabat sebelumnya menjadi bagian penting dalam perjalanan USK hingga mampu menempatkan perguruan tinggi tersebut sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia.
Kepada para pejabat yang baru dilantik, Rektor berharap seluruh potensi di masing-masing unit dapat dioptimalkan. Upaya tersebut mencakup pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, perluasan kerja sama, pengembangan inovasi, serta penerapan tata kelola yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Rektor menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan momentum strategis untuk memperkuat kepemimpinan di tingkat fakultas dan Sekolah Pascasarjana. Dengan struktur kepemimpinan yang kini telah lengkap, mulai dari tingkat universitas, fakultas, hingga Sekolah Pascasarjana, USK dinilai memiliki fondasi yang semakin kokoh untuk mempercepat pencapaian target dan visi universitas.
“Karena itu, saya berharap setelah pelantikan tidak ada lagi fase transisi. Seluruh pimpinan harus segera bergerak dalam satu irama, satu semangat, dan satu tujuan, yaitu meningkatkan kinerja fakultas sekaligus memperkuat reputasi USK secara keseluruhan,” kata Mirza.
Selain itu, Rektor menyoroti pentingnya implementasi Peraturan Rektor Nomor 25 Tahun 2026 tentang Pedoman Perencanaan dan Penganggaran Universitas Syiah Kuala.
Ia menjelaskan, regulasi tersebut menegaskan komitmen universitas untuk mengalokasikan 60 persen pagu anggaran kepada fakultas dan Sekolah Pascasarjana, sementara 40 persen lainnya dikelola di tingkat universitas untuk mendukung operasional berbagai lembaga, direktorat, satuan, unit pelaksana teknis (UPT), unit bisnis, layanan pendukung, hingga asrama mahasiswa.
Karena itu, Rektor meminta seluruh fakultas menerapkan efisiensi serta mengelola anggaran secara cermat dan tepat sasaran.
“Efisiensi yang dilakukan secara konsisten akan mendorong peningkatan pendapatan universitas, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan melalui remunerasi dosen dan tenaga kependidikan,” ujarnya.
Rektor juga mengingatkan bahwa selain bersumber dari APBN, USK memiliki sumber pembiayaan lain melalui Badan Usaha Perguruan Tinggi Negeri (BUPTN). Oleh sebab itu, pimpinan fakultas diminta memprioritaskan program-program yang memiliki dampak paling besar, terutama dalam mendukung pencapaian indikator kinerja universitas serta meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika.[]








































































