TERBARU

Aceh

PIRA Matangkan Pelantikan Pengurus 2026–2031, Dirangkai dengan Peringatan Maulid Nabi

ORINEWS.id, BANDA ACEH – Persaudaraan Pidie Raya (PIRA) terus mematangkan persiapan pelantikan pengurus periode 2026–2031 yang akan dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026 di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh.

Berbagai persiapan dibahas dalam rapat finalisasi panitia yang digelar di Banda Aceh, Rabu (5/8/2026) usai salat Isya. Rapat difokuskan pada penyempurnaan susunan acara, pembagian tugas kepanitiaan, serta kesiapan teknis guna memastikan pelantikan berlangsung lancar.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Nurmahdi, SH, MH, menjelaskan bahwa pelantikan semula direncanakan pada 22 Juli 2026. Namun, jadwal tersebut diundur menjadi 27 Agustus 2026 untuk menyesuaikan agenda Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, yang direncanakan hadir sekaligus memberikan arahan kepada pengurus yang akan dilantik.

Menurut Nurmahdi, perubahan jadwal tersebut justru menghadirkan makna tersendiri karena pelantikan berlangsung bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Momentum ini menjadi berkah tersendiri bagi keluarga besar Persaudaraan Pidie Raya karena pelantikan pengurus dapat dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus mempererat ukhuwah dan silaturahmi,” ujarnya dalam keterangan, Kamis (6/8/2026).

Selain prosesi pelantikan, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keislaman, persaudaraan, dan kebersamaan di kalangan masyarakat Pidie Raya.

Panitia juga merencanakan kehadiran Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, kepala daerah dari Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya, tokoh masyarakat, ulama, serta keluarga besar Persaudaraan Pidie Raya.

Melalui pelantikan pengurus periode 2026–2031, PIRA berharap organisasi semakin solid dalam menjalankan program kerja, mempererat silaturahmi masyarakat Pidie Raya yang tersebar di berbagai daerah, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan Aceh melalui berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.