ORINEWS.id, ACEH BESAR – Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Partai Demokrat, H.T. Ibrahim, S.T., M.M., menghadiri pelantikan Drs. H. Hasbiallah Aziz sebagai Imeum Mukim Lambaro Angan, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (6/8/2026). Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Kantor Camat Darussalam dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran lembaga adat sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga persatuan, ketenteraman, dan keharmonisan kehidupan masyarakat di tingkat kemukiman. Keberadaan Imeum Mukim dinilai memiliki posisi strategis dalam menjembatani kepentingan masyarakat dengan pemerintah serta menjaga nilai-nilai adat dan syariat Islam yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Kegiatan itu turut dihadiri para keuchik dan teungku imeum gampong se-Kemukiman Lambaro Angan, unsur Muspika Kecamatan Darussalam, serta Kapolsek Darussalam AKP Mursal, S.H., M.H. Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan dukungan bersama terhadap penguatan kelembagaan adat sebagai bagian dari sistem pemerintahan yang diakui dalam kekhususan Aceh.
Dalam kesempatan tersebut, H.T. Ibrahim menyampaikan ucapan selamat kepada Drs. H. Hasbiallah Aziz atas amanah yang diberikan masyarakat dan pemerintah untuk memimpin Kemukiman Lambaro Angan. Menurutnya, jabatan Imeum Mukim bukan sekadar posisi administratif, tetapi juga amanah moral untuk menjaga persatuan, menjadi teladan, serta mengayomi masyarakat dengan penuh keadilan dan kebijaksanaan.
“Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Drs. H. Hasbiallah Aziz yang hari ini resmi dilantik sebagai Imeum Mukim Lambaro Angan. Semoga amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat pengabdian untuk kemaslahatan masyarakat,” ujar H.T. Ibrahim.
Ia menegaskan bahwa lembaga mukim memiliki peran penting dalam menjaga identitas dan kekuatan sosial masyarakat Aceh. Di tengah berbagai tantangan zaman, keberadaan mukim diharapkan mampu menjadi benteng dalam menjaga nilai-nilai adat, memperkuat ukhuwah, serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan masyarakat secara musyawarah dan berkeadilan.
Menurut H.T. Ibrahim, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan lembaga adat harus terus diperkuat agar pembangunan berjalan selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal. Ia menilai pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga harus memperhatikan penguatan karakter, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat.
“Saya mendukung penuh penguatan peran mukim sebagai mitra strategis pemerintah. Dengan kepemimpinan yang baik dan kolaborasi yang kuat, saya yakin Kemukiman Lambaro Angan dapat terus berkembang, menjaga keharmonisan sosial, serta menjadi contoh dalam pelestarian adat dan syariat Islam di Aceh,” tambahnya.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, para tokoh yang hadir berharap kepemimpinan Imeum Mukim yang baru dapat mempererat koordinasi antar-gampong, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menjaga stabilitas sosial, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Pelantikan tersebut sekaligus menjadi simbol komitmen bersama untuk terus merawat adat istiadat, memperkuat persatuan, dan membangun masyarakat Aceh yang maju, damai, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.[]












































































