ORINEWS.id – Musibah tenggelam menimpa empat remaja asal Perumnas Ujong Batee, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, yang terseret arus saat berenang di Pantai Ujong Batee, Jumat (31/7/2026) sore. Hingga Sabtu (1/8/2026), dua korban ditemukan meninggal dunia, sedangkan dua korban lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Peristiwa bermula sekitar pukul 17.30 WIB ketika delapan remaja bermain bola di kawasan Pantai Ujong Batee. Saat bola mengarah ke laut, salah seorang remaja berusaha mengambilnya, namun terseret arus yang cukup kuat.
Melihat temannya kesulitan, tiga remaja lainnya berusaha memberikan pertolongan. Namun, upaya tersebut justru membuat mereka ikut terseret arus laut.
Dari delapan remaja yang berada di lokasi, empat orang berhasil menyelamatkan diri ke tepian pantai. Sementara empat lainnya hanyut dan menjadi fokus pencarian tim SAR.
Korban yang sempat dilaporkan hilang adalah:
- M. Abral (15)
- Muhiddin (18)
- Salamuddin (16)
- M. Khalil Akbar (15)
Sejak laporan diterima, operasi pencarian langsung dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Basarnas Banda Aceh, BPBD Aceh Besar, Ditpolairud Polda Aceh, Sat Brimob Ujong Batee, TNI, Polri, RAPI, ERPA Aceh, relawan kebencanaan, masyarakat, dan keluarga korban.
Tim SAR menyisir kawasan perairan menggunakan perahu karet, peralatan penyelamatan, serta melakukan pemantauan dari darat di sepanjang garis pantai. Strategi pencarian juga disesuaikan dengan kondisi cuaca, arus laut, gelombang, serta pasang surut air laut.
Hingga Sabtu sore sekitar pukul 16.35 WIB, dua korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Keduanya adalah M. Abral (15) dan Muhiddin (18).
Jenazah kedua korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka masing-masing untuk dimakamkan. Suasana duka menyelimuti keluarga yang menyambut kepulangan kedua korban.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, dua korban lainnya, yakni Salamuddin (16) dan M. Khalil Akbar (15), masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan melibatkan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi arus laut cukup kuat. Pengawasan terhadap anak-anak dan remaja serta kepatuhan terhadap imbauan keselamatan dinilai penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.[]















































































