ORINEWS.id – Asam urat merupakan salah satu jenis radang sendi yang terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Kondisi ini dapat menyebabkan terbentuknya kristal pada persendian sehingga menimbulkan nyeri hebat, bengkak, kemerahan, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dikutip dari alodokter, Minggu (2/8), selain menggunakan obat sesuai anjuran dokter, kadar asam urat juga dapat dikendalikan melalui perubahan pola makan dan gaya hidup. Beberapa bahan alami diketahui berpotensi membantu mengurangi kadar asam urat sekaligus menurunkan risiko serangan berulang. Namun, cara-cara ini bukan pengganti pengobatan medis, terutama bagi penderita dengan kadar asam urat tinggi atau serangan yang sering kambuh.
Berikut beberapa cara alami yang dapat membantu mengelola asam urat.
1. Perbanyak makanan yang mengandung magnesium
Magnesium berperan dalam berbagai fungsi tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan magnesium yang cukup berpotensi membantu menjaga kadar asam urat tetap terkendali.
Sumber magnesium dapat diperoleh dari bayam, kale, alpukat, pisang, ikan sarden, ikan kembung, kacang-kacangan, serta biji-bijian.
2. Konsumsi buah ceri
Buah ceri, terutama ceri berwarna gelap, mengandung antosianin yang bersifat antioksidan dan antiradang. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi ceri dapat membantu mengurangi peradangan serta menurunkan risiko kekambuhan asam urat.
Meski demikian, buah ceri sebaiknya dijadikan bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai pengganti terapi medis.
3. Makan apel secukupnya
Apel mengandung asam malat yang diduga membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah. Konsumsi satu buah apel setiap hari dapat menjadi pilihan.
Namun, hindari mengonsumsi apel secara berlebihan karena kandungan fruktosa yang terlalu tinggi justru dapat meningkatkan kadar asam urat.
4. Gunakan biji seledri
Biji seledri mengandung senyawa luteolin dan beta-selinene yang memiliki sifat antiperadangan. Bahan ini dapat digunakan sebagai bumbu masakan atau diseduh menjadi teh herbal.
Meski berpotensi membantu, manfaatnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
5. Minum rebusan daun jelatang
Daun jelatang (nettle) dikenal memiliki sifat antiperadangan yang dipercaya dapat membantu mengurangi gejala asam urat.
Beberapa orang mengonsumsinya dalam bentuk teh herbal. Namun, penggunaannya sebaiknya tetap dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan karena dapat berinteraksi dengan obat tertentu.
6. Rebus daun salam
Daun salam mengandung flavonoid dan senyawa antioksidan yang diduga membantu mengendalikan kadar asam urat.
Air rebusan daun salam kerap dijadikan minuman herbal. Meski demikian, manfaatnya masih bersifat pendukung dan tidak menggantikan pengobatan dari dokter.
7. Batasi makanan tinggi purin
Mengurangi konsumsi makanan tinggi purin merupakan langkah yang paling direkomendasikan untuk mencegah kekambuhan asam urat.
Beberapa makanan yang sebaiknya dibatasi antara lain:
- Daging merah.
- Jeroan.
- Seafood, seperti kerang, udang, kepiting, sarden, dan teri.
- Minuman beralkohol.
- Minuman tinggi gula atau fruktosa.
Sebaliknya, perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, serta protein rendah lemak.
Jangan Lupa Perbanyak Minum Air Putih
Selain menjaga pola makan, penderita asam urat juga dianjurkan minum air putih sekitar dua liter atau delapan gelas per hari. Cairan yang cukup membantu ginjal membuang kelebihan asam urat melalui urine sehingga dapat menurunkan risiko terbentuknya kristal pada persendian.
Jika nyeri sendi terus berulang, disertai pembengkakan hebat, demam, atau kadar asam urat tetap tinggi meski telah menerapkan pola hidup sehat, segera konsultasikan dengan dokter. Pemeriksaan dan pengobatan yang tepat diperlukan untuk mencegah kerusakan sendi maupun komplikasi lainnya.[]
















































































