ORINEWS.id – Aceh Timur memastikan finis di posisi ketiga Piala Pangdam IM Cup 2026 setelah mengalahkan Crok-Crok FC melalui adu penalti 7-6 di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Kamis, 30 Juli 2026.
Kedua tim bermain imbang tanpa gol selama waktu normal sehingga pemenang harus ditentukan lewat babak adu penalti.
Pertandingan perebutan tempat ketiga yang dimulai pukul 16.30 WIB itu berlangsung ketat sejak menit awal. Aceh Timur dan Crok-Crok FC sama-sama tampil agresif dengan tempo permainan yang tinggi demi menutup turnamen dengan hasil terbaik.
Sepanjang babak pertama, kedua tim silih berganti melancarkan serangan. Namun, solidnya pertahanan masing-masing membuat peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Permainan terbuka yang diperagakan kedua tim menghadirkan sejumlah peluang, tetapi penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat skor tetap 0-0 hingga wasit meniup peluit panjang.
Sesuai regulasi pertandingan perebutan peringkat ketiga, laga langsung dilanjutkan ke adu penalti.
Babak tos-tosan berlangsung menegangkan. Para algojo dari kedua tim mampu menjalankan tugasnya dengan baik sehingga persaingan berjalan ketat hingga penendang terakhir.
Aceh Timur akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 7-6 setelah unggul dalam adu penalti. Hasil tersebut memastikan tim asal Aceh Timur meraih peringkat ketiga Piala Pangdam IM Cup 2026, sedangkan Crok-Crok FC harus puas menempati posisi keempat.
Laga tersebut disaksikan sekitar 350 penonton yang memadati Lapangan Blang Padang. Dukungan suporter menciptakan atmosfer pertandingan yang semarak, namun tetap berlangsung tertib dan sportif.
Kemenangan Aceh Timur menjadi bukti pentingnya kesiapan mental dalam pertandingan sistem gugur. Setelah gagal memecah kebuntuan selama 90 menit, ketenangan para pemain saat menjalani adu penalti menjadi faktor penentu keberhasilan mereka mengamankan posisi ketiga.
Piala Pangdam IM Cup 2026 sendiri menjadi ajang yang tidak hanya menghadirkan persaingan antartim sepak bola di Aceh, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI, komunitas olahraga, dan masyarakat melalui kompetisi yang menjunjung tinggi nilai sportivitas. Sepanjang pertandingan perebutan tempat ketiga, kedua tim tetap menunjukkan semangat fair play hingga laga berakhir.[]
















































































