TERBARU

BolaOlahraga

Sebelas Anggota Delegasi Iran Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026

ORINEWS.id – Timnas Iran menghadapi persoalan di luar lapangan menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Sebanyak 11 anggota delegasi resmi Iran dipastikan tidak dapat memasuki Amerika Serikat setelah permohonan visa mereka ditolak oleh otoritas setempat.

Penolakan tersebut terjadi di tengah persiapan Iran menghadapi laga-laga fase grup yang sebagian besar berlangsung di wilayah Amerika Serikat. Dari 15 anggota delegasi yang sebelumnya ditolak masuk, 10 orang mengajukan kembali permohonan visa melalui proses banding.

Hasilnya, hanya empat orang yang akhirnya memperoleh persetujuan. Mereka terdiri atas seorang analis tim dan dua pejabat dari Departemen Internasional Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), serta satu anggota delegasi lainnya.

Sementara itu, enam pemohon lainnya kembali menerima penolakan. Berdasarkan laporan BBC yang dikutip Senin, 15 Juni 2026, mereka termasuk Presiden FFIRI Mehdi Taj, seorang wakil presiden federasi, dua administrator tim, seorang petugas media, dan seorang petugas keamanan. Satu petugas media lainnya memilih tidak mengajukan banding setelah penolakan pertama.

Kasus tersebut menambah persoalan yang dihadapi Iran menjelang turnamen. Pekan lalu, Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat menolak visa sejumlah staf penting tim nasional meskipun para pemain telah memperoleh izin masuk untuk mengikuti Piala Dunia.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Iran sebelumnya memutuskan menjadikan Meksiko sebagai basis utama selama turnamen berlangsung. Keputusan itu diambil di tengah hubungan diplomatik yang masih tegang antara Teheran dan Washington.

Iran dijadwalkan memulai kiprahnya di Grup G dengan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni. Setelah itu mereka akan bertemu Belgia pada 21 Juni di kota yang sama sebelum melakoni laga terakhir fase grup melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni.

Selain masalah visa, Iran juga menghadapi kendala terkait dukungan suporter. Awal pekan ini, otoritas Amerika Serikat mencabut alokasi tiket fase grup yang sebelumnya disediakan bagi pendukung Iran.

Meski demikian, FIFA menyatakan masih berupaya memberikan akses bagi para suporter Iran untuk dapat menyaksikan pertandingan secara langsung.

“Kami terus berupaya memaksimalkan peluang bagi para pendukung Iran untuk menghadiri pertandingan,” demikian pernyataan FIFA.

Sebelumnya, FFIRI telah mengajukan sejumlah permintaan kepada FIFA terkait partisipasi mereka di Piala Dunia 2026. Salah satunya adalah jaminan bahwa pemain, pelatih, dan ofisial yang pernah menjalani wajib militer di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tetap dapat mengikuti turnamen.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa para pemain Iran tetap diperbolehkan mengikuti Piala Dunia. Namun, individu yang memiliki hubungan dengan IRGC berpotensi menghadapi pembatasan masuk ke wilayah Amerika Serikat.

Persoalan serupa juga terjadi pada April lalu ketika delegasi Iran gagal menghadiri Kongres Tahunan FIFA di Vancouver, Kanada. Saat itu sejumlah pejabat Iran ditolak masuk oleh otoritas Kanada yang menyebut adanya dugaan keterkaitan dengan IRGC sebagai alasan utama penolakan. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.