TERBARU

InternasionalNews

Citra Satelit Ungkap Kerusakan Fasilitas Militer Israel Akibat Serangan Iran

ORINEWS.id – Citra satelit resolusi tinggi yang dianalisis perusahaan pemetaan satelit Soar dilaporkan mengungkap kerusakan luas di sejumlah fasilitas militer Israel akibat serangan balasan rudal dan drone Iran dalam perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Temuan tersebut dikutip sejumlah media Israel.

YnetNews melaporkan, analisis yang menggunakan data satelit Sentinel-2 serta sumber citra tambahan itu menemukan perubahan visual di berbagai fasilitas militer di wilayah Palestina yang diduduki, baik di bagian utara maupun selatan. Lokasi yang terdampak meliputi pangkalan udara, pusat intelijen, hingga fasilitas logistik.

Temuan tersebut menambah daftar penilaian yang berupaya mengukur dampak serangan Iran selama perang berlangsung. Dalam konflik itu, Iran berulang kali meluncurkan rudal dan drone ke target-target Israel.

Salah satu lokasi yang disebut paling jelas mengalami kerusakan adalah Pangkalan Udara Ramat David. Berdasarkan perbandingan citra sebelum dan sesudah serangan, dua titik di dalam pangkalan terlihat mengalami kerusakan akibat hantaman rudal Iran.

Analisis menyebut salah satu area sebelumnya digunakan untuk kendaraan pendukung dan peralatan militer, sementara area lain berfungsi sebagai zona pengisian bahan bakar dan servis pesawat tempur. Perbandingan citra menunjukkan adanya perubahan fisik yang signifikan di kedua lokasi tersebut.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Pangkalan Udara Nevatim, instalasi militer terbesar Israel sekaligus pusat operasional utama armada jet tempur F-35I “Adir”. Citra satelit memperlihatkan perubahan pada posisi pertahanan di dalam pangkalan pada 25 Maret.

Nevatim selama ini memegang peran penting dalam operasi udara Israel dan menjadi lokasi berbagai infrastruktur penerbangan militer canggih.

Analisis terpisah juga mengidentifikasi perubahan di sekitar instalasi intelijen Mishar dekat Safed. Lokasi tersebut diketahui terkait dengan Unit 8200, salah satu cabang intelijen paling penting milik Israel.

Menurut analisis itu, perubahan struktur mengindikasikan kemungkinan serangan terjadi antara 5 hingga 10 Maret.

Data satelit juga menunjukkan kerusakan akibat kebakaran besar di Camp Shimshon. Kebakaran dilaporkan mulai terjadi pada 10 Maret, hari yang sama ketika Hizbullah mengumumkan serangan ke pangkalan tersebut menggunakan kawanan drone tempur.

Analisis citra memperlihatkan api terus berkobar selama beberapa hari dan menyebar di area sekitar 200 meter di dalam fasilitas itu.

Camp Shimshon diketahui berfungsi sebagai pusat logistik dan persenjataan yang mendukung operasi militer Israel di wilayah Palestina utara yang diduduki.

Rekaman satelit historis dan perbandingan citra menunjukkan area yang rusak sebelumnya digunakan untuk penempatan militer dan aktivitas dukungan operasi.

Laporan itu juga memunculkan pertanyaan terkait sensor militer terhadap citra yang dipublikasikan selama perang berlangsung.

Menurut analisis tersebut, penurunan kualitas gambar dalam materi yang beredar ke publik kemungkinan mencerminkan langkah sensor untuk meminimalkan persepsi mengenai efektivitas serangan Iran.

Perang tersebut memicu salah satu pertukaran rudal dan drone terbesar di kawasan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data yang dikutip media Israel, Iran meluncurkan sekitar 670 rudal dan 765 drone ke wilayah pendudukan Israel selama konflik berlangsung.

Serangan-serangan itu juga bertepatan dengan operasi kelompok-kelompok perlawanan di kawasan, terutama Hizbullah, yang berulang kali melancarkan serangan selama pertempuran.

Temuan satelit ini muncul ketika kalangan militer dan intelijen masih terus menelaah skala serta efektivitas serangan yang terjadi dalam konflik tersebut, di tengah perdebatan lebih luas mengenai kesiapan militer dan konsekuensi strategis setelah berbulan-bulan perang.

Israel diketahui memiliki pertahanan udara berlapis yang diklaim paling canggih sedunia. Yang utama adalah Iron Dome yang merupakan pencegat misil jarak pendek. Ada juga sistem laser Iron Beam yang belakangan diketahui tak mampu mencegah drone Iran dan Hizbullah di utara Israel.

Selain itu ada sistem Arrow dan David’s Sling yang merupakan pertahanan antibalistik. David’s Sling alias Ketapel Daud ini sistem pertahanan udara Israel yang gagal menembak jatuh dua rudal balistik Iran yang menghantam kota selatan Dimona dan Arad pada Maret lalu.

Menurut penyelidikan Angkatan Udara Israel atas insiden tersebut, tidak ada hubungan antara kesalahan yang menyebabkan dampak rudal, yang melukai hampir 200 orang dan menyebabkan kerusakan parah.

Fakta bahwa insiden tersebut terjadi di wilayah yang sama dalam waktu dua jam sepenuhnya merupakan suatu kebetulan, kata IAF. Rudal yang menghantam Dimona dan Arad jug membawa hulu ledak konvensional – bukan hulu ledak curah – dengan ratusan kilogram bahan peledak. Militer mengatakan rudal Iran kemungkinan berasal dari proyektil keluarga Ghadr.

Sistem David’s Sling telah menembakkan kedua proyektil tersebut, namun pencegatnya gagal menjatuhkannya, kata militer. Dua serangan rudal sebelumnya di wilayah yang sama di Israel selatan berhasil dicegat menggunakan sistem pertahanan udara yang sama, menurut IAF.

Lebih dari 400 rudal balistik telah diluncurkan dari Iran ke Israel sejak awal perang, dan pihak militer melaporkan tingkat intersepsi sebesar 92 persen terhadap serangan yang ditujukan ke wilayah berpenduduk dan infrastruktur utama. [source:republika]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.