TERBARU

Pendidikan

FKIP USK Hadirkan Kebun Hidroponik Edukatif di SD 6 Meureudu

ORINEWS.id — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) melalui tim pengabdian masyarakat Program Community Development Nasional Provinsi Aceh (CDNA-E) bersama LPDP menghadirkan inovasi kebun hidroponik edukatif di SD Negeri 6 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (18/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui praktik langsung hidroponik serta penghijauan, khususnya dalam upaya pemulihan semangat belajar siswa pascabanjir yang sempat melanda wilayah tersebut.

Program ini melibatkan kolaborasi lintas jurusan mahasiswa FKIP USK, yakni Departemen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Geografi, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Sejumlah dosen juga turut mendampingi kegiatan tersebut, di antaranya Dr. Sanusi, Dr. Syahrul Ridha, Dr. Irwan Putra, Dr. Puspita Annaba Kamil, Gracia Mandira, serta Hasniyati.

Ketua tim pengabdi, Dr. Sanusi, mengatakan metode praktik langsung dipilih agar siswa lebih mudah memahami materi sekaligus meningkatkan antusiasme dalam proses pembelajaran.

Ia menilai kegiatan ini memiliki urgensi penting dalam membangun kembali kebiasaan menjaga lingkungan di tengah kondisi pascabencana.

“Tadi anak-anak sangat antusias. Mereka banyak bertanya tentang cara menanam dan bagaimana tanaman dapat tumbuh hanya menggunakan air. Suasana kegiatan menjadi lebih hidup karena mereka terlibat langsung dalam praktik,” kata Sanusi.

Ia menambahkan, tujuan utama program ini adalah membiasakan siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melakukan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga terbiasa menjaga lingkungan melalui tindakan sederhana. Dari kegiatan ini, mereka belajar membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon, hingga memanfaatkan teknologi hidroponik untuk menanam sayur,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa turut mengikuti berbagai aktivitas edukatif, seperti penanaman bibit pohon di lingkungan sekolah, pembagian tong sampah, serta praktik hidroponik menggunakan tanaman bayam.

Kepala SD Negeri 6 Meureudu menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai metode pembelajaran berbasis praktik lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa.

Ia juga menyebut kegiatan ini membantu membangkitkan kembali semangat belajar siswa pascabanjir.

“Kalau belajar langsung seperti ini, anak-anak lebih cepat memahami materi. Mereka juga terlihat senang karena dapat mencoba sendiri, bukan hanya mendengarkan penjelasan,” ujarnya.

Sementara itu, dosen koordinator lapangan, Dr. Syahrul Ridha, mengatakan edukasi lingkungan melalui hidroponik dipilih karena mudah diterapkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

“Kami berharap anak-anak dapat memahami bahwa menjaga lingkungan dimulai dari kebiasaan kecil. Menanam pohon, membuang sampah pada tempatnya, hingga menanam sayur sendiri merupakan bagian dari pendidikan lingkungan yang penting untuk masa depan mereka,” kata Syahrul.

Kegiatan ditutup dengan antusiasme siswa yang bangga melihat hasil tanaman hidroponik yang tersusun rapi di instalasi pipa. Sejumlah siswa bahkan menyatakan ingin terus memantau perkembangan tanaman tersebut.

“Besok kami mau melihat lagi apakah bayamnya sudah tumbuh atau belum,” ujar salah seorang siswa dengan antusias.

Melalui kegiatan ini, FKIP USK dan pihak sekolah berharap semangat belajar serta kepedulian siswa terhadap lingkungan dapat terus tumbuh di tengah upaya pemulihan pascabencana. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.