ORINEWS.id – Sebanyak 390 jamaah calon haji (JCH) Kloter 4 Embarkasi Aceh resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Sabtu (9/5/2026) pukul 04.40 WIB. Kloter ini diisi jamaah dari berbagai kabupaten/kota di Aceh dengan komposisi terbesar berasal dari Kota Langsa dan Banda Aceh.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, merinci jamaah dalam kloter tersebut terdiri atas 197 orang asal Langsa, 185 orang dari Banda Aceh, 2 orang dari Bireuen, masing-masing 1 orang dari Aceh Besar, Lhokseumawe, dan Sabang. Selain itu, terdapat 4 petugas PPIH dan 2 Petugas Haji Daerah (PHD) yang turut mendampingi.
Dari kloter ini, perhatian publik tertuju pada seorang jamaah lansia bernama Rahmah Sali Binti Sali, yang tercatat sebagai jamaah haji tertua se-Aceh dengan usia 101 tahun. Perempuan asal Kota Langsa itu tetap diberangkatkan setelah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan dan administrasi.
Ramlah, yang tergabung dalam Kloter 4, masuk Asrama Haji Aceh pada Jumat (8/5/2026). Meski telah berusia lebih dari satu abad, ia disebut masih dalam kondisi cukup sehat dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri, termasuk memasak dan menyapu di rumah.
Keberangkatannya turut didampingi sang putra yang berusia 58 tahun. Momen tersebut menjadi perhatian dan inspirasi bagi para jamaah lain yang ikut menyaksikan proses pemberangkatan di Asrama Haji Aceh.
“Seluruh proses layanan untuk Ibu Ramlah telah dipastikan berjalan dengan baik, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembagian gelang identitas, dokumen paspor, living cost Baitul Asyi, hingga kartu Nusuk,” ujar Arijal dalam keterangannya kepada ORINEWS, Jumat (8/5).
PPIH memastikan jamaah lanjut usia mendapatkan perhatian khusus agar dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman selama di Tanah Suci.
Sementara itu, jamaah termuda dalam kloter ini adalah Muhamad Abiyu Caisar Ramadhan, berusia 18 tahun, asal Banda Aceh.
Suasana haru dan kekeluargaan tampak mengiringi keberangkatan jamaah. Keluarga yang mengantar terlihat memberikan doa dan pelukan terakhir sebelum para jamaah memasuki proses keberangkatan.
PPIH Embarkasi Aceh mengimbau seluruh jamaah untuk menjaga kondisi kesehatan, mengatur istirahat, serta mengikuti arahan petugas selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji.
Dengan layanan yang terus ditingkatkan, diharapkan seluruh jamaah haji asal Aceh dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. []
Baca juga: Jamaah Haji Aceh 2026 Capai 5.500 Orang, Didominasi Lansia















































































