ORINEWS.id – Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Iran setelah tiga kapal perang AS diserang saat melintasi Selat Hormuz. Dilansir CNN, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyebut fasilitas yang diserang merupakan lokasi peluncuran rudal, drone, dan kapal kecil yang digunakan untuk menyerang kapal perang AS.
“Pasukan AS mencegat serangan Iran yang tidak diprovokasi dan merespons dengan serangan untuk membela diri ketika kapal perusak rudal kendali Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman pada 7 Mei,” kata CENTCOM dalam pernyataannya.
CENTCOM menambahkan, fasilitas Iran yang menjadi sasaran mencakup lokasi peluncuran rudal dan drone, pusat komando dan kendali, serta node intelijen, pengawasan, dan pengintaian.
Menurut CENTCOM, pasukan Iran meluncurkan sejumlah rudal, drone, dan kapal kecil ketika USS Truxtun (DDG-103), USS Rafael Peralta (DDG-115), dan USS Mason (DDG-87) melintasi jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
“Tidak ada aset AS yang terkena serangan,” demikian pernyataan CENTCOM.
Presiden AS, Donald Trump, kemudian memperingatkan Iran agar tidak meningkatkan ketegangan dan segera menandatangani kesepakatan.
“Kami akan menghantam mereka jauh lebih keras dan jauh lebih brutal di masa depan jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan mereka!” tulis Trump di Truth Social.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa serangan militer dilakukan di beberapa lokasi, termasuk Bandar Abbas dan Pulau Qeshm.
Sementara itu, juru bicara angkatan bersenjata Iran menyebut serangan udara AS menghantam wilayah sipil di sepanjang pesisir Pulau Qeshm, Bandar Khamir, dan Sirik. Iran juga menuduh AS melanggar gencatan senjata yang masih berlangsung dengan menargetkan kapal tanker minyak Iran yang menuju Selat Hormuz.
Teheran menyatakan telah melakukan “aksi balasan” dengan menyerang kapal militer AS di timur selat dan selatan Pelabuhan Chabahar.
Dikutip The Jerusalem Post, Trump menyebut tiga kapal perusak AS berhasil melewati Selat Hormuz “di bawah tembakan” tanpa mengalami kerusakan.
“Tiga kapal perusak kelas dunia Amerika baru saja berhasil melintasi Selat Hormuz di bawah tembakan. Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal itu, tetapi kerusakan besar terjadi pada penyerang Iran,” kata Trump.
Ia juga mengeklaim kapal-kapal kecil Iran yang menyerang telah dihancurkan.
“Mereka dihancurkan sepenuhnya bersama banyak kapal kecil yang digunakan untuk menggantikan angkatan laut mereka yang telah lumpuh total,” ujarnya.
Pria berusia 79 tahun itu kemudian menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.
“Rencananya sangat sederhana. Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Di tengah meningkatnya ketegangan, CENTCOM menegaskan bahwa militer AS tidak mencari eskalasi, namun tetap siap melindungi pasukan Amerika dari serangan Iran. []














































































