TERBARU

EkonomiLingkungan

PT GLEH Resmi Operasikan Insinerator B3, Aceh Kini Kelola Limbah Medis Sendiri

ORINEWS.id – Pengelolaan limbah medis di Aceh kini mulai dilakukan di dalam daerah setelah PT Garda Lestari Ekologi Hutama (GLEH) mengoperasikan mesin insinerator limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat pengolahan limbah medis rumah sakit se-Aceh.

Direktur Utama PT GLEH, T. Emi Syamsyumi atau yang akrab disapa Abu Salam, mengatakan pembangunan dan uji operasional mesin insinerator telah selesai dan siap melayani pengolahan limbah B3 dari rumah sakit di seluruh Aceh.

Direktur Utama PT Garda Lestari Ekologi Hutama GLEH T Emi Syamsyumi atau Abu Salam memberikan sambutan pada acara peresmian pengoperasian mesin insinerator limbah B3 di Hotel Hermes Palace Banda Aceh Kamis 752026 FOTOORINEWSid
Direktur Utama PT Garda Lestari Ekologi Hutama (GLEH), T. Emi Syamsyumi atau Abu Salam, memberikan sambutan pada acara peresmian pengoperasian mesin insinerator limbah B3 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Kamis (7/5/2026). FOTO/ORINEWS.id

“Keinginan kita sederhana, limbah B3 Aceh harus selesai di Aceh. Jangan lagi dibawa keluar karena potensi ekonominya sangat besar dan harus menjadi Pendapatan Asli Daerah atau PAD,” kata Abu Salam kepada wartawan usai acara peresmian pengoperasian perdana mesin tersebut di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Kamis (7/5/2026).

Menurut Abu Salam, selama ini limbah medis dari berbagai rumah sakit di Aceh masih dikirim ke luar provinsi, seperti ke Medan dan Pulau Jawa untuk diproses. Kondisi tersebut dinilai membuat potensi ekonomi daerah berpindah ke pihak luar.

Ia menyebutkan, volume limbah B3 dari sekitar 86 rumah sakit di Aceh diperkirakan mencapai 11 hingga 15 ton per hari. Sementara kapasitas awal mesin insinerator yang kini beroperasi baru mencapai sekitar 6 ton per hari.

Direktur Utama PT Garda Lestari Ekologi Hutama GLEH T Emi Syamsyumi atau Abu Salam memberikan keterangan kepada wartawan usai peresmian pengoperasian mesin insinerator limbah B3 di Hotel Hermes Palace Banda Aceh Kamis 752026 FOTOORINEWSid
Direktur Utama PT Garda Lestari Ekologi Hutama (GLEH), T. Emi Syamsyumi atau Abu Salam, memberikan keterangan kepada wartawan usai peresmian pengoperasian mesin insinerator limbah B3 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Kamis (7/5/2026). FOTO/ORINEWS.id

“Kapasitas ini akan terus kita tingkatkan melalui pembangunan fasilitas tambahan,” ujarnya.

PT GLEH, kata dia, juga telah menyewa lahan milik pemerintah di kawasan Ladong untuk pengembangan fasilitas pengolahan limbah terpadu. Pembangunan fasilitas baru itu diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 12 hingga 18 bulan.

Abu Salam memperkirakan, apabila seluruh limbah B3 di Aceh dapat diolah di dalam daerah, potensi pendapatan yang dihasilkan bisa mencapai Rp50 miliar hingga Rp70 miliar per tahun dari total volume limbah sekitar 4.000 ton.

Selain berkontribusi terhadap PAD, pengelolaan limbah secara lokal dinilai dapat membuka lapangan kerja baru dan membantu menekan angka pengangguran di Aceh.

“Pengelolaan limbah dari hulu hingga hilir di Aceh akan memberi dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Abu Salam juga mengungkapkan pihaknya sempat mendapat tekanan dari sejumlah pihak agar mesin insinerator tidak dioperasikan. Bahkan, menurut dia, ada tawaran imbalan agar limbah medis Aceh tetap dikirim ke luar daerah.

Namun, tawaran tersebut ditolak karena pihaknya ingin pengelolaan limbah dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan.

“Kami ingin pengelolaan limbah ini berjalan sehat sesuai aturan. Tidak ada monopoli. Semua pihak harus duduk bersama demi kemajuan Aceh,” ujarnya.

Hadirnya fasilitas pengolahan limbah B3 di Aceh tersebut juga dinilai akan memberikan efisiensi bagi rumah sakit, karena biaya pengelolaan limbah medis diperkirakan turun hingga 30 persen dibandingkan jika pengolahan dilakukan di luar provinsi. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.