TERBARU

InternasionalNews

Perang AS-Israel di Iran Memasuki Babak Baru, Ini Pemicu Utamanya

ORINEWS.id – Mohamad Elmasry dari Institut Studi Pascasarjana Doha menyebut konflik di Timur Tengah terus mengalami eskalasi.

“Kita menaiki tangga eskalasi setiap hari,” ujarnya kepada Al Jazeera.

Ia menilai situasi semakin memburuk setelah Presiden Amerika Serikat mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran, sementara Teheran juga meningkatkan respons militernya. Menurutnya, kondisi tersebut kian berbahaya, terutama bagi warga sipil Iran.

Elmasry menuding pasukan AS dan Israel tidak hanya menyerang instalasi militer, tetapi juga fasilitas sipil seperti rumah sakit, sekolah, serta lebih dari 5.000 unit perumahan. Ia juga menyebut penggunaan bom berdaya ledak besar telah menghancurkan blok-blok permukiman.

“Kita berisiko memasuki babak baru,” katanya.

Di kawasan Teluk, ketegangan turut meningkat. Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan telah mencegat sebuah drone, sementara Uni Emirat Arab meminta warganya tetap berada di tempat aman menyusul ancaman rudal dari Iran. Peringatan serupa disebut semakin sering terjadi di negara-negara Teluk (GCC).

Arab Saudi juga mengklaim berhasil mencegat sejumlah rudal balistik yang ditujukan ke provinsi timur, wilayah yang menjadi pusat fasilitas minyak. Di Abu Dhabi, seorang warga dilaporkan terluka akibat puing-puing hasil pencegatan, sementara di Qatar, kecelakaan helikopter yang menewaskan tujuh awak turut menambah ketegangan di kawasan.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melalui juru bicara markas Khatam al-Anbiya menyatakan telah menyerang Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi serta Armada Kelima AS di Bahrain menggunakan rudal dan drone.

IRGC juga mengklaim pangkalan tersebut menjadi lokasi penting operasi militer AS dan menargetkannya dengan rudal balistik. Namun, klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen dan belum mendapat tanggapan resmi dari AS maupun Israel.

Di sisi lain, Komandan Komando Pusat AS, Brad Cooper, menyebut Iran semakin sering menargetkan situs sipil karena tekanan terhadap kemampuan militernya. Ia mengatakan dalam beberapa pekan terakhir Iran telah melancarkan lebih dari 300 serangan terhadap target sipil.

Cooper juga mengungkapkan bahwa intensitas serangan Iran mulai menurun. Jika pada awal konflik Iran meluncurkan puluhan drone dan rudal sekaligus, kini serangan dilakukan dalam skala kecil. Pemerintah AS menyatakan kapasitas serangan Iran telah menurun signifikan, dengan Pentagon mencatat peluncuran rudal turun hingga 90 persen dan serangan drone berkurang 86 persen dibandingkan hari pertama pertempuran. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.