ORINEWS.id – Iran dilaporkan telah menghantam sedikitnya 12 terminal radar dan sistem komunikasi satelit (SATCOM) milik Amerika Serikat dan sekutunya sejak awal konflik. Informasi tersebut terungkap dari data yang dikumpulkan oleh Anadolu Agency.
Salah satu target serangan adalah sistem radar terbaru di Bandara Internasional Kuwait. Otoritas setempat menyebutkan tiga “drone musuh” merusak fasilitas tersebut pada hari Minggu, meskipun tingkat kerusakan belum dapat dipastikan.
Sehari sebelumnya, sebuah drone Iran dilaporkan menyerang sistem radar Saab Giraffe 1X milik AS di kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak. Radar tersebut memiliki kemampuan Counter Rocket, Artillery, and Mortar (C-RAM) serta Counter Unmanned Aerial System (C-UAS) dengan jangkauan hingga 75 kilometer dan diperkirakan bernilai sekitar US$2 juta.
Selain itu, citra satelit yang dianalisis sejumlah media menunjukkan empat radar AN/TPY-2 turut menjadi sasaran serangan di beberapa lokasi, yakni Al Sader dan Al Ruwais di Uni Emirat Arab, Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, serta Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi. Radar ini merupakan bagian dari sistem pertahanan rudal THAAD dengan nilai diperkirakan mencapai US$2 miliar.
Serangan juga menyasar radar peringatan dini AN/FPS-132 milik AS di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar. Fasilitas bernilai sekitar US$1,1 miliar tersebut dilaporkan terkena rudal Iran saat serangan balasan dimulai pada 28 Februari. Otoritas Qatar mengonfirmasi radar tersebut mengalami kerusakan.
Tak hanya itu, Iran juga disebut menyerang markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain. Serangan ini menghancurkan dua terminal komunikasi satelit serta sejumlah bangunan besar di kompleks tersebut.
Laporan intelijen sumber terbuka mengidentifikasi terminal yang menjadi sasaran sebagai AN/GSC-52B dengan nilai sekitar US$20 juta, termasuk biaya instalasi. Sementara itu, analisis citra satelit oleh The New York Times menunjukkan tiga radome hancur di Camp Arifjan, Kuwait, menambah kerugian sekitar US$30 juta.
Secara keseluruhan, sebanyak 12 sistem radar dan terminal SATCOM dilaporkan telah terkena serangan Iran dengan total nilai kerugian mencapai sekitar US$3,152 miliar atau setara Rp50 triliun. []














































































